Zulkifli Hasan Targetkan Sampah Jakarta Jadi Energi Listrik pada 2027

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memproyeksikan pengelolaan sampah di Jakarta akan bertransformasi menjadi sumber energi listrik melalui teknologi insinerator pada 2027 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Pedestrian Jalan HR Rasuna Said, Minggu (10/5/2026).

Optimalisasi pengolahan limbah ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah yang selama ini dianggap sebagai beban kota menjadi komoditas yang bernilai guna. Dilansir dari Detikcom, pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menangani masalah lingkungan di perkotaan.

"Sampah yang menjadi musuh kita akan kita ubah menjadi energi listrik. Tadi saya bicara dengan Pak Gubernur, nanti kalau insineratornya sudah berjalan pada 2027-2028, sampah bisa menjadi rebutan, bu. Karena bahan bakarnya, sampah itu, ya akan masuk ke insinerator, diolah menjadi listrik " ujar Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Zulkifli Hasan juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif lokal yang fokus pada pemisahan limbah sejak dari hulu. Ia menilai langkah strategis yang diambil oleh pimpinan daerah merupakan kunci penyelesaian masalah sampah yang paling mendasar.

"Saya senang sekali, saya apresiasi memberikan penghormatan yang tinggi ini, karena dipelopori oleh Gubernur Jakarta yaitu Pilah Sampah. Itu problem pokok kita. Problem utama kita," kata Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Pemerintah berencana memperketat regulasi pembuangan limbah bagi sektor komersial dan perkantoran mulai tahun 2029. Nantinya, setiap pusat perbelanjaan, restoran, hingga perkantoran diwajibkan menyelesaikan pengelolaan sampahnya secara mandiri di lokasi masing-masing.

"Karena nanti sampai 2029 kantor nggak boleh lagi dibuang, selesai di kantor, sampah. Restoran harus selesai di restoran itu. Toko harus selesai di toko itu. Mal harus selesai di mal itu. Tapi yang penduduk, yang masyarakat tentunya adalah Pilah Sampah," imbuh Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya telah menetapkan kebijakan baru mengenai kategori pemilahan sampah bagi warga. Masyarakat kini diinstruksikan untuk membagi limbah rumah tangga ke dalam empat kelompok, yaitu organik, anorganik, residu, serta bahan berbahaya dan beracun (B3).

"Rekan-rekan sekalian, besok tanggal 10 Jakarta akan memulai program yang secara resmi pemilahan sampah dan ini menjadi gerakan masif karena memang hampir 50 persen sampah kita itu sebenarnya sampah organik," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Kegiatan yang digelar selama dua hari pada 9-10 Mei 2026 ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran pemerintah pusat hingga komunitas masyarakat. Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kampanye Jaga Jakarta Bersih menuju visi Jakarta sebagai kota global.