Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi Beijing, China, pada Rabu (6/5/2026) guna mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Kunjungan diplomatik ini dilakukan di tengah upaya Teheran merangkul dukungan internasional dalam menghadapi ketegangan yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kedatangan Araghchi di ibu kota China tersebut dilansir dari Detikcom melalui laporan CNN. Pihak otoritas luar negeri Iran menyebutkan bahwa fokus utama dialog kedua menteri tersebut mencakup kerja sama strategis serta situasi keamanan di kancah global.
"membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional" ungkap Kementerian Luar Negeri Iran melalui pernyataan resminya.
Tur diplomasi ini merupakan kelanjutan dari langkah Araghchi yang sebelumnya telah menyambangi Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin. China sendiri memegang posisi krusial bagi Teheran sebagai mitra dagang terdekat sekaligus importir minyak mentah terbesar dari negara tersebut.
Dalam dinamika politik global saat ini, Pemerintah China terus mendesak agar pertikaian antara blok Amerika Serikat-Israel dengan Iran segera dihentikan melalui jalur damai. Donald Trump baru-baru ini juga memberikan saran agar Beijing berperan aktif memfasilitasi Iran untuk kembali ke meja negosiasi.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut menanggapi kunjungan ini dengan mendesak otoritas Tiongkok agar memberikan peringatan keras kepada delegasi Iran. Rubio menekankan bahwa kebijakan yang diambil Teheran saat ini justru memperburuk kondisi diplomasi mereka.
"terisolasi secara global." tegas Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio saat mendesak China untuk memperingatkan Araghchi mengenai dampak tindakan Iran.
Pertemuan di Beijing ini berlangsung hanya satu minggu sebelum rencana kunjungan resmi Presiden Donald Trump ke China. Trump dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan tatap muka dengan Presiden Xi Jinping untuk membahas berbagai isu strategis dunia.
33 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·