Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bergerak cepat meredam kepanikan pasar modal setelah pengumuman kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam melalui badan usaha milik negara khusus, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).
Pemerintah menjadwalkan pertemuan khusus dengan para pelaku usaha dan investor di Jakarta Pusat pada Kamis (21/5/2026) sore untuk memberikan penjelasan menyeluruh terkait mekanisme anyar tersebut sebelum resmi diimplementasikan.
Langkah sosialisasi ini dilakukan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot signifikan merespons sentimen tersebut, seperti yang dilansir dari Detik Finance.
Sosialisasi intensif dipastikan akan terus berjalan demi memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi seluruh dunia usaha selama masa peralihan sistem.
"Nanti akan ada penjelasan kepada para investor, sehingga sebelum 1 Juni nanti para pelaku sudah bisa mengetahui. Karena kemarin kan untuk tahap awal kita melakukan keterbukaan terhadap reporting atau dalam bentuk pelaporan," ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah memberikan kelonggaran aturan dengan mengizinkan korporasi eksisting di sektor komoditas utama tetap menjalankan aktivitas pengapalan mandiri dalam beberapa bulan pertama.
"Yang pertama tentu tidak perlu khawatir, karena seluruhnya ekspor masih dilakukan oleh perusahaan di sektor existing ya, batu bara, CPO, maupun feronikel, dan dalam ekspor itu langsung ada pelaporan kepada Danantara, sehingga dalam tiga bulan nanti kita fine tune sistemnya," papar Airlangga.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, pengumuman restrukturisasi ekspor ini sempat memicu tekanan jual masif di pasar modal domestik yang membuat indeks saham terkoreksi tajam.
IHSG sempat menguat lebih dari 1% ke level 6.459,55, dan akhirnya ditutup melemah pada posisi 6318,5 atau turun sebesar 52,179 poin (0,82%). Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG melemah 0,82% ke level 6.318,50.
32 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·