Aktivitas Militer AS di Bandara Ben Gurion Dinilai Ancam Maskapai

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Kepala otoritas penerbangan sipil Israel, Shmuel Zakay, memberikan peringatan keras kepada pemerintah Tel Aviv mengenai alih fungsi Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer Amerika Serikat. Laporan pada Selasa (12/5/2026) mengungkapkan bahwa aktivitas militer tersebut telah mengganggu operasional penerbangan sipil dan menciptakan ketidakstabilan bagi maskapai domestik maupun asing.

Pernyataan ini disampaikan Zakay melalui laporan harian Israel, Yedioth Ahronoth, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Zakay telah meneruskan keluhan resmi ini kepada Menteri Transportasi Israel Miri Regev dan Direktur Jenderal Kementerian Transportasi Moshe Ben Zaken untuk segera ditindaklanjuti guna menyelamatkan sektor pariwisata.

Eskalasi militer di bandara utama tersebut telah menghambat kembalinya maskapai internasional ke Israel dan memicu lonjakan harga tiket menjelang musim liburan musim panas. Media lokal belakangan ini memperlihatkan dokumentasi visual mengenai kehadiran puluhan unit pesawat militer Amerika Serikat, termasuk armada pengisian bahan bakar, yang menetap di area bandara.

"Mengubah Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer merugikan kembalinya maskapai-maskapai penerbangan asing dan mengancam stabilitas keuangan maskapai-maskapai penerbangan Israel," kata Zakay, seperti dikutip Yedioth Ahronoth.

Penurunan lalu lintas udara sipil ini berakar dari ketegangan regional yang memanas sejak konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu. Banyak pesawat milik maskapai Tel Aviv terpaksa direlokasi ke luar negeri dan hingga kini sebagian besar armada tersebut belum kembali beroperasi di pangkalan asalnya.

Zakay menilai pihak otoritas keamanan tidak mempertimbangkan kerugian ekonomi yang ditanggung oleh masyarakat sipil akibat kebijakan tersebut. Penurunan aktivitas komersial di bandara internasional itu dipandang sebagai dampak langsung dari prioritas militeristik yang berlebihan.

"Bandara Ben Gurion telah menjadi pangkalan militer dengan aktivitas sipil yang terbatas," ujar Zakay memperingatkan otoritas Israel.

Kenaikan biaya operasional dan harga bahan bakar menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan bisnis maskapai penerbangan Israel yang berskala lebih kecil. Zakay mendesak agar seluruh armada militer Amerika Serikat segera dipindahkan dari Ben Gurion ke pangkalan militer khusus milik militer Israel untuk menormalkan kembali fungsi bandara.

Menurut penegasan Zakay, dampak buruk dari situasi ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri penerbangan, melainkan juga membebani seluruh warga negara Israel secara ekonomi. Kelancaran mobilitas warga dan stabilitas harga transportasi menjadi pertaruhan utama dalam krisis manajemen bandara ini.