Amerika Serikat Tetapkan Lima Syarat Negosiasi Nuklir dengan Iran

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Pemerintah Amerika Serikat menetapkan lima syarat utama, termasuk pembatasan fasilitas nuklir dan penyerahan pasokan uranium Teheran, demi mencapai kesepakatan damai dengan Iran pada Senin (18/5/2026).

Tuntutan Washington tersebut dilaporkan oleh Fars News Agency dan dilansir dari Detikcom melalui Anadolu Agency. Langkah ini menyusul ketegangan regional yang meningkat setelah serangan militer skala besar pada Februari lalu.

Dalam laporan media tersebut, salah satu poin krusial mengenai operasional reaktor diungkapkan secara spesifik terkait kebijakan pembatasan dari pihak Barat.

"hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran untuk tetap beroperasi" kata media Fars News Agency.

Empat persyaratan lain dari Washington meliputi penolakan pembayaran kompensasi perang, transfer 400 kilogram uranium ke AS, penahanan 25 persen aset Iran yang dibekukan, dan penyelesaian perang di seluruh lini sebagai hasil negosiasi.

Ketentuan dari pihak AS ini muncul setelah media Teheran mempublikasikan poin-poin perdamaian yang diajukan oleh pemerintahan Iran terlebih dahulu pada pekan sebelumnya.

Seorang narasumber yang memahami jalannya diplomasi tersebut membeberkan posisi dasar dari pemerintahan Iran terkait syarat yang mereka ajukan.

"jaminan minimum" kata sumber tersebut.

Berdasarkan laporan Fars News Agency, tuntutan dari Teheran mencakup penghentian perang di semua front termasuk Lebanon, pencabutan sanksi, pelepasan aset, ganti rugi kerusakan, dan kedaulatan atas Selat Hormuz.

Pemerintah Iran merinci poin pertama dari lima syarat mereka secara spesifik untuk kawasan yang sedang dilanda konflik bersenjata.

"mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon" kata laporan Fars News Agency.

Persyaratan lain dari pihak Iran adalah penegasan hukum atas wilayah perairan strategis yang menjadi jalur perdagangan internasional di kawasan tersebut.

"pengakuan hak kedaulatan Iran atas Selat Hormuz" kata laporan Fars News Agency.

Situasi memanas setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, yang dibalas Teheran dengan rudal serta drone ke Israel dan negara Teluk penampung militer AS.

Aktivitas Selat Hormuz dibatasi oleh Iran selama perang, yang kemudian direspons AS dengan pemberlakuan blokade angkatan laut sejak 13 April lalu.

Pakistan sempat memediasi gencatan senjata pada 8 April, namun perundingan selanjutnya gagal menyepakati penghentian perang secara permanen.

Dalam perkembangannya, AS mengajukan rencana perdamaian 14 poin yang dinilai tidak adil oleh media lokal Iran karena dianggap hanya menguntungkan sepihak.

"sepenuhnya sepihak" kata laporan Fars News Agency.

Iran kemudian membalas dengan proposal tandingan, namun langkah diplomasi tersebut langsung mendapatkan penolakan keras dari pimpinan tertinggi Amerika Serikat.

"bodoh" kata Presiden AS Donald Trump.

Pimpinan Amerika Serikat tersebut juga menyuarakan pandangan negatifnya terhadap draf dokumen perdamaian yang dikirimkan oleh pihak Teheran.

"sampah" kata Presiden AS Donald Trump.