Antisipasi minyak tumpah, otoritas pelabuhan Babel pasang "oil boom"

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kami bisa memblokir 80 meter jika terjadi tumpahan CPO dari kapal di air

Pangkalpinang (ANTARA) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memasang perangkat oil boom, guna mengantisipasi pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak di pelabuhan tersebut.

"Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga lingkungan sungai dan laut di lingkungan Pelabuhan ini," kata Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam Alamsyah di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam pada tahun ini lebih memfokuskan layanan bongkar muat minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

Baca juga: KSOP Pangkalbalam prioritas bongkar kapal muatan sembako jelang Natal

"Bongkar muat CPO dan turunannya di Pelabuhan Pangkalbalam ini sangat tinggi, sehingga kami telah menyiapkan oil boom beserta kapalnya untuk mengatasi pencemaran lingkungan apabila terjadi tumpahan minyak CPO di Pelabuhan ini," ujarnya.

Ia menyatakan saat ini sudah ada empat segmen oil boom. Satu segmen oil boom ini memiliki jangkauan 20 meter, sehingga total kemampuan perangkat oil boom untuk memblokir tumpahan minyak ini mencapai 80 meter.

"Kami bisa memblokir 80 meter jika terjadi tumpahan CPO dari kapal di air," katanya.

Menurut dia, oil boom merupakan perangkat terapung yang dirancang khusus untuk mengurai dan memisahkan antara minyak dengan air, sehingga sangat efektif dalam penanggulangan tumpahan minyak sebelum proses pembersihan lebih lanjut.

Baca juga: Pelestarian lingkungan kampus, PT Pelindo-UBB tanam 500 tanaman buah

"Kami sudah dua kali melakukan uji coba oil boom dan Alhamdulillah kami berhasil menanggulangi tumpahan CPO di kolam pelabuhan ini," katanya.

Ia menambahkan pemasangan oil boom ini seiring dengan bongkar muat pada tahun 2025 di Pelabuhan Pangkalbalam yang mencapai 1,6 juta ton dengan dominasi curah cair berupa CPO sebesar 33,24 persen.

Sementara itu PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam pada triwulan I tahun 2026 telah melayani bongkar muat sebesar 391.624 ton CPO, dengan porsi curah cair mencapai 35,18 persen.

"Oil boom ini penting agar aktivitas bongkar muat CPO yang tinggi ini tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan di pelabuhan ini," kata Alamsyah.

Baca juga: DPRD Babel dukung pembentukan bursa komoditas kelapa sawit

Pewarta: Aprionis
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.