Anwar Ibrahim kecam ulah Israel cegat kapal kemanusiaan Gaza

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengecam ulah Israel yang kembali menahan kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), di perairan internasional.

"Saya mengutuk tindakan kekerasan rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum maritim dan menyerupai tindakan perompakan yang mencemari prinsip kemanusiaan universal," kata Anwar Ibrahim dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Kamis.

Menurut informasi yang disampaikan Anwar Ibrahim dalam Telegram, sedikitnya 22 kapal GSF yang berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ditahan Israel saat melintas di perairan internasional. Enam dari 22 kapal itu melibatkan 10 warga negara Malaysia.

Baca juga: Flotila ke Gaza diserang Israel lagi, tiga kapal dicegat

PM Anwar pun mendesak agar semua pihak segera bertindak dan memastikan tidak ada tindakan kekerasan yang dikenakan terhadap seluruh aktivis, termasuk 10 warga negara Malaysia, yang saat ini ikut ditahan dan terputus komunikasi.

"Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi," tegasnya.

Dia juga menyatakan Pemerintah Malaysia sedang berkomunikasi dan bekerja sama erat dengan negara-negara sahabat untuk memastikan para aktivis segera dibebaskan.

PM Anwar menekankan dalam situasi genting ini, nilai belas kasih dan kemanusiaan harus mengatasi segala perbedaan dan Malaysia akan terus berdiri teguh mempertahankan prinsip tersebut.

Baca juga: Relawan Malaysia yang ditahan Israel tiba selamat di Kuala Lumpur

Baca juga: PM Anwar gelar pertemuan akbar sambut relawan Gaza di Kuala Lumpur

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.