Permintaan meningkat dorong kenaikan harga emas global

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, serta fase rebound setelah koreksi pada akhir Maret 2026,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut kenaikan harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) komoditas emas untuk periode pertama Mei 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menyebut, HR emas naik dari 4.589,33 dolar AS per troy ounce (t oz) menjadi 4.764,90 dolar WS per t oz. Sedangkan nilai HPE emas meningkat menjadi 153.194,87 dolar AS per kilogram.

"Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, serta fase rebound setelah koreksi pada akhir Maret 2026," ujarnya.

Tommy menambahkan, harga emas naik sebesar 3,83 persen selama periode pengumpulan data.

Baca juga: Kamis pagi ini harga emas Antam turun Rp15.000 jadi Rp2,769 juta/gr

Selain itu, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global turut memberikan sentimen positif bagi investor sehingga mendorong penguatan harga emas dibandingkan periode sebelumnya.

HPE dan HR komoditas emas ditetapkan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada harga pasar internasional. Harga emas merujuk pada London Bullion Market Association (LBMA).

Proses penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Koordinasi ini memastikan kebijakan HPE dan HR dilakukan secara transparan dan sesuai dengan dinamika pasar.

Baca juga: Daftar lengkap harga emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian Kamis pagi

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.