Washington (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat (AS), Minggu (3/5) menyampaikan pesan tertutup kepada Iran bahwa Pentagon akan memulai operasi di Selat Hormuz untuk mengawal kapal-kapal yang berusaha keluar dari jalur tersebut.
Portal berita Axios, Selasa (5/5), mengutip pejabat AS dan sumber terkait, melaporkan bahwa Gedung Putih ingin mencegah eskalasi, sehingga meminta Teheran agar tidak mengganggu operasi yang kemudian diumumkan sebagai Project Freedom.
Namun, laporan itu menyebut Iran diduga menyerang kapal Angkatan Laut AS.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan Washington berkomunikasi dengan Iran baik secara terbuka maupun tertutup untuk memastikan Teheran tidak menghalangi pelaksanaan Project Freedom.
Ia menambahkan bahwa Presiden Donald Trump tetap membuka opsi melanjutkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran bila tidak tercapai kesepakatan.
Baca juga: Trump harap sistem keuangan Iran runtuh, sebut itu kemenangan AS
Trump mengumumkan Project Freedom pada 3 Mei. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dukungan militer untuk inisiatif ini mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat darat dan laut, platform nirawak multi-domain, serta 15.000 personel.
Operasi dimulai Senin pagi.
Konflik di kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata dua pekan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
Trump kemudian memperpanjang penghentian serangan untuk memberi waktu bagi Iran menyusun “proposal terpadu.”
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Trump: Iran bermain taktik, tapi ingin kesepakatan damai
Baca juga: Perundingan AS-Iran jalan di tempat, Selat Hormuz makin jadi taruhan
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·