Manila (ANTARA) - Menteri ekonomi dari negara-negara ASEAN menyepakati sejumlah langkah untuk menguatkan perdagangan kawasan, ketahanan rantai pasok, dan respons bersama menghadapi dinamika eksternal.
Hal tersebut disetujui dalam pertemuan Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN pada Kamis (30/4), yang diketuai Menteri Perdagangan Filipina Cristina Roque, untuk membahas dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah.
"Kami menegaskan kembali amat pentingnya menjaga rantai pasok global dan jalur perdagangan maritim yang stabil, aman, berkelanjutan, dan tangguh, khususnya untuk barang dan jasa yang penting," menurut pernyataan bersama pada Jumat.
Para menteri ekonomi mengatakan, masing-masing negara mereka berkomitmen "menguatkan perdagangan intra-ASEAN dan konektivitas rantai pasok" melalui penguatan koordinasi logistik, penyampaian informasi tepat waktu, dan konsultasi berkelanjutan.
Mereka setuju tidak menetapkan langkah non-tarif yang tidak diperlukan ketika waktu krisis, serta sepakat mengupayakan terus dibukanya infrastruktur perdagangan seperti pintu perbatasan darat, bandara, dan pelabuhan.
Para menteri turut mendukung ratifikasi segera dan pemberlakuan tahun ini Protokol Kedua untuk Mengamendemen Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN.
Protokol tersebut merupakan pembaruan dari perjanjian awal untuk meningkatkan fasilitas perdagangan, penyelesaian sengketa, dan transparansi di kawasan.
Lebih lanjut, para menteri ekonomi mengakui dampak krisis di Timur Tengah terhadap pasar energi global, ketahanan pangan, dan transportasi adalah semakin besar bagi dunia usaha di Asia Tenggara, khususnya UMKM.
Mereka juga memandang negara-negara ASEAN "mungkin perlu" menerapkan langkah darurat untuk mengatasi tantangan tersebut.
Namun demikian, para menteri mengingatkan bahwa langkah-langkah tersebut harus "tepat sasaran, proporsional, transparan, dan sementara" serta tidak menciptakan halangan perdagangan yang tak diperlukan, dengan tetap konsisten pada aturan ASEAN dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Hasil pertemuan pada Jumat, berikut rekomendasi kunci terkait kesiapan kawasan, akan diserahkan para menteri ekonomi kepada pemimpin ASEAN dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada 8 Mei mendatang.
Sumber: PNA-OANA
Baca juga: Aksi May Day di Malaysia angkat isu pekerja hingga tolak perang
Baca juga: ASEAN dorong ratifikasi keamanan pasokan minyak bumi
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·