Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan pengembangan kawasan industri di daerah harus bertumpu pada pemanfaatan optimal sumber daya alam (SDA), didukung kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguasaan teknologi.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Menteri PPN menyoroti keunggulan komparatif yang dimiliki Sumatera, mulai dari kesuburan lahan, kandungan mineral, hingga kualitas SDM. Kombinasi tersebut dinilai menjadi modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah
“Tanah paling subur itu, mineralnya yang banyak dan baik ada di situ. Orang-orang yang terpintar juga ada di situ. Jadi kalau potensi sebesar itu tidak bisa dimanfaatkan untuk membantu pembangunan negara, maka perlu kita evaluasi bersama di mana letak permasalahannya,” ucapnya sebagaimana dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Rachmat Pambudy juga menyoroti pentingnya percepatan adopsi teknologi dalam pengolahan SDA.
Dia beranggapan teknologi menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Tanpa penguasaan teknologi, lanjutnya, potensi SDA yang besar berisiko tidak akan memberikan manfaat ekonomi yang maksimal.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis untuk mengembangkan kawasan industri berbasis SDA secara terintegrasi.
Momentum ini akan mengawali langkah pengembangan kawasan menjadi kota baru berbasis industri yang didukung investasi dan kesiapan bahan baku.
Kawasan industri itu direncanakan terhubung dengan infrastruktur pelabuhan, serta pengembangan sektor energi, termasuk potensi kerja sama dengan Bukit Asam.
Sementara itu, kesiapan infrastruktur dasar disebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Pelabuhan yang telah tersedia menjadi salah satu keunggulan utama dalam mendukung aktivitas logistik dan industri.
Pemerintah daerah juga telah menjalin komunikasi dengan investor untuk pengembangan fasilitas refinery dan petrokimia.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ungkap Mahyeldi.
Baca juga: Bappenas: Penyelenggaraan haji dan umrah alami pergeseran paradigma
Baca juga: Bappenas: Kemajuan bangsa bergantung pada kualitas data yang dimiliki
Baca juga: Bappenas: Kecepatan pertumbuhan populasi RI di atas rata-rata dunia
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·