Basarnas tuntaskan evakuasi korban tabrakan BRL di Bekasi dalam 12 jam

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Basarnas menuntaskan operasi penyelamatan dan evakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat dalam waktu kurang dari 12 jam.

"Seluruh potensi SAR telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam. Seluruh tim SAR sudah kami kembalikan ke unit masing-masing," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Jakarta, Selasa.

Dia menyatakan operasi SAR yang dimulai sejak Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB tersebut resmi dinyatakan berakhir pada Selasa pukul 08.00 WIB.

Petugas tim SAR gabungan di lapangan melakukan tindakan secara terukur, terutama saat mengevakuasi lima orang korban yang terjepit material besi dalam kondisi hidup, dan keputusan untuk tidak langsung menarik lokomotif atau gerbong diambil demi keselamatan korban.

"Saat itu ada lima korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan ekstrikasi sehingga korban bisa diselamatkan tanpa dampak luka yang lebih berat. Itulah mengapa lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong," kata dia.

Terkait identitas, Syafii mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang dievakuasi dari titik jepitan material di gerbong khusus tersebut adalah perempuan. Seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, telah diserahkan kepada tim medis untuk dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan.

Basarnas mengakui tingkat kesulitan operasi kali ini cukup tinggi karena posisi lokomotif yang masuk jauh ke dalam gerbong KRL akibat benturan keras. Petugas harus berjibaku menggunakan kombinasi peralatan manual, elektrik, hingga sistem hidrolik standar internasional.

Baca juga: Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan KA menjadi 15 orang

"Kondisi terjepit material inilah kesulitan utama yang kami hadapi. Namun, dengan peralatan yang kami miliki, operasi SAR ini bisa terlaksana dengan lancar," tuturnya.

Meskipun evakuasi penumpang telah dinyatakan selesai, Basarnas tetap memberlakukan prosedur ketat dalam proses pembersihan bangkai kereta.

"Saya pastikan sudah tidak ada korban yang tertinggal. Namun, jika dalam proses pembersihan nanti ditemukan bagian tubuh sekecil apa pun, kami akan bertindak sesuai prosedur yang berlaku," tegas Syafii.

Insiden maut ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST) pada Senin malam pukul 20.55 WIB, yang mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong wanita KRL.

Polda Metro Jaya melaporkan sampai dengan Selasa siang ini korban meninggal dunia berjumlah 15 orang.

"Sekitar 10 jenazah dievakuasi di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang, namun Budi belum merincikan untuk jenis luka apa saja yang dialami para korban.

Sementara itu sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur

Baca juga: BRIN kaji bantalan rel berbasis karet komposit untuk keamanan kereta

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.