Makassar (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, menyiapkan layanan pemeriksaan usia subur bagi calon haji (calhaj) khususnya kaum perempuan.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan (Sulsel) Ikbal Ismail di Makassar, Selasa, mengatakan pihaknya menyiapkan layanan khusus bagi jamaah calon haji usia subur sebagai langkah antisipasi untuk mendeteksi adanya calon haji yang sedang hamil.
"Jadi ini jenis layanan haji yang tersendiri, ini fokus pada calon haji perempuan. Mereka akan diperiksa, apakah sehat secara jasmani dan hamil atau tidak, sebagai salah satu persyaratan ibadah haji," ujarnya di Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa.
Ikbal Ismail, yang juga Ketua PPIH Embarkasi Makassar, menuturkan calon haji yang hasil pemeriksaannya positif hamil masih akan diperiksa secara lebih lanjut terkait usia kehamilan.
Baca juga: Lima calon haji NTB batal berangkat lantaran sakit dan hamil
Dia mengatakan calon haji yang sedang hamil dan usia kandungan telah berusia 16 hingga 24 minggu dipastikan tidak akan diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
"Jika ada yang didapati positif hamil dan setelah diperiksa masa kehamilannya itu berada di usia 16 hingga 24 Minggu dipastikan tidak akan diberangkatkan karena itu sangat berisiko bagi calon bayinya," kata Ikbal.
Selain itu pihaknya telah melakukan edukasi dan pendampingan sejak tahap manasik agar jamaah memahami risiko serta menjaga kondisi kesehatannya sebelum berangkat.
Baca juga: Calon haji asal Makassar batal berangkat setelah dinyatakan hamil
Ia menjelaskan kebijakan ini juga berkaitan dengan ketentuan kesehatan haji yang mengatur bahwa jamaah dalam kondisi hamil dengan usia kandungan tertentu tidak diperkenankan berangkat.
Lebih lanjut pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan tim kesehatan di tingkat kabupaten/kota serta petugas medis embarkasi untuk memastikan deteksi dini kondisi jamaah dapat dilakukan secara optimal.
Ikbal menegaskan langkah ini bukan untuk membatasi, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan ibu dan janin, sekaligus memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.
Baca juga: Kondisi hamil, calon haji Kloter 13 Sumut ditunda berangkat ke Madinah
Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·