Promosikan Budaya dan Wisata, Bupati Lamandau Debut Akting di Film “Tanah Dayak”

Sedang Trending 1 jam yang lalu

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ada yang menarik dari produksi film terbaru “Tanah Dayak”. Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, terjun langsung ke dunia seni peran dengan ikut berpartisipasi dalam film tersebut. Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Kabupaten Lamandau ini memerankan tokoh penting bernama “Mantir Gumi”, seorang kepala kampung yang dihormati dalam alur cerita film tersebut.

Dalam proses syuting, bupati tampil ikonik dengan mengenakan batik khas Lamandau. Pemilihan kostum ini bukan tanpa alasan. Ia ingin menonjolkan identitas daerah serta kekayaan budaya lokal di setiap adegan yang dimainkannya.

Keterlibatan Rizky Aditya Putra dalam film ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Lamandau terhadap ekosistem industri kreatif, khususnya perfilman berbasis kearifan lokal. Saat diwawancarai awak media pada Selasa (21/4), ia mengungkapkan bahwa film adalah media promosi yang sangat efektif.

“Melalui film ini, kita ingin menunjukkan bahwa Lamandau memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Kinipan sebagai salah satu destinasi yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang kuat,” ujar bupati.

Bupati optimis bahwa potensi budaya Dayak yang autentik dan keasrian alam Desa Kinipan memiliki daya tarik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Selain sebagai sarana promosi wisata.

“Saya berperan dalam film ini mengajak anak muda Lamandau untuk lebih mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Mengangkat cerita rakyat dan nilai tradisi ke dalam media kreatif modern agar lebih relevan dengan audiens luas dan mendorong kolaborasi antara pemerintah dan insan film guna menghidupkan industri kreatif yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat setempat,” bebernya.

Produksi film “Tanah Dayak” diharapkan menjadi pemantik bagi proyek-proyek kreatif lainnya di masa depan. Dengan sinergi yang kuat, Kabupaten Lamandau tidak hanya dikenal melalui sektor perkebunan atau kehutanan, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan Dayak yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Electronic money exchangers listing

Kehadiran sosok kepala daerah dalam film ini menjadi simbol bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, mulai dari tingkat pimpinan hingga masyarakat luas. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ada yang menarik dari produksi film terbaru “Tanah Dayak”. Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, terjun langsung ke dunia seni peran dengan ikut berpartisipasi dalam film tersebut. Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Kabupaten Lamandau ini memerankan tokoh penting bernama “Mantir Gumi”, seorang kepala kampung yang dihormati dalam alur cerita film tersebut.

Dalam proses syuting, bupati tampil ikonik dengan mengenakan batik khas Lamandau. Pemilihan kostum ini bukan tanpa alasan. Ia ingin menonjolkan identitas daerah serta kekayaan budaya lokal di setiap adegan yang dimainkannya.

Keterlibatan Rizky Aditya Putra dalam film ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Lamandau terhadap ekosistem industri kreatif, khususnya perfilman berbasis kearifan lokal. Saat diwawancarai awak media pada Selasa (21/4), ia mengungkapkan bahwa film adalah media promosi yang sangat efektif.

Electronic money exchangers listing

“Melalui film ini, kita ingin menunjukkan bahwa Lamandau memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Kinipan sebagai salah satu destinasi yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang kuat,” ujar bupati.

Bupati optimis bahwa potensi budaya Dayak yang autentik dan keasrian alam Desa Kinipan memiliki daya tarik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Selain sebagai sarana promosi wisata.

“Saya berperan dalam film ini mengajak anak muda Lamandau untuk lebih mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Mengangkat cerita rakyat dan nilai tradisi ke dalam media kreatif modern agar lebih relevan dengan audiens luas dan mendorong kolaborasi antara pemerintah dan insan film guna menghidupkan industri kreatif yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat setempat,” bebernya.

Produksi film “Tanah Dayak” diharapkan menjadi pemantik bagi proyek-proyek kreatif lainnya di masa depan. Dengan sinergi yang kuat, Kabupaten Lamandau tidak hanya dikenal melalui sektor perkebunan atau kehutanan, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan Dayak yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Kehadiran sosok kepala daerah dalam film ini menjadi simbol bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, mulai dari tingkat pimpinan hingga masyarakat luas. (bib)