BI Nilai Kurs Rupiah Lebih Rendah dari Nilai Fundamental

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Rabu (22/4/2026) menyikapi posisi mata uang Garuda yang bertahan di atas level Rp17.000.

Kondisi fundamental ekonomi nasional yang stabil menjadi landasan otoritas moneter dalam menilai kekuatan rupiah. Berdasarkan data Refinitiv yang dilansir dari CNBC Indonesia, rupiah sempat dibuka menguat 0,06 persen ke level Rp17.130 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi.

Bank Indonesia memproyeksikan pergerakan kurs akan mengalami penguatan di masa mendatang seiring dengan kondisi pasar yang kondusif. Stabilitas nilai tukar tersebut didukung oleh imbal hasil aset keuangan domestik yang dinilai masih tetap menarik bagi investor.

"Kami tegaskan rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan fundamentalnya," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (22/4/2026).

Kepala bank sentral tersebut menekankan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika pasar global. Perry optimis bahwa koordinasi kebijakan yang dilakukan akan mampu menjaga volatilitas mata uang tetap dalam kendali.

"BI meyakini rupiah stabil dan menguat didukung komitmen BI, imbal hasil yang menarik, dan prospek ekonomi RI yang baik," papar Perry.

Tren positif sebenarnya telah terlihat sejak penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026) di mana rupiah menguat 0,15 persen ke posisi Rp17.140 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,04 persen ke level 98,353 pada Rabu pagi pukul 09.00 WIB.

Meskipun DXY sempat menunjukkan penguatan tajam sebesar 0,30 persen ke posisi 98,394 pada perdagangan sebelumnya, BI tetap fokus pada penguatan fundamental domestik. Aliran modal masuk dan cadangan devisa menjadi faktor pendukung utama dalam menjaga nilai tukar mata uang tetap stabil.