Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kategori ibu hamil, ibu menyusui, balita (3B) di provinsi itu telah menjangkau 520.385 sasaran penerima manfaat.
"Program MBG yang masuk dalam penanganan kami ini khusus untuk kategori 3B dengan target sasaran penerima manfaat sebanyak 280.268 orang," ujar Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Lampung Soetriningsih di Bandarlampung, Sabtu.
Baca juga: Satgas MBG Lampung: Kondisi 33 orang keracunan membaik
Ia mengatakan penerima yang ditargetkan sebanyak 280.268 orang, namun realisasi penyaluran melampaui target, yakni sebanyak 520.385 orang.
"Dengan capaian realisasi yang luar biasa ini, kami berupaya meminimalisasi risiko dan cepat berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait bila ada keluhan atas makanan yang disajikan," katanya.
Dia menjelaskan untuk kelayakan makanan pihaknya terus memastikan mekanisme pengaturan porsi makanan, pengantaran, distribusi, dan sasaran penerima agar sesuai dengan pedoman dan standar nutrisi yang ditetapkan.
"Semua sudah dipastikan sesuai, kita harapkan yang menjadi pedoman BGN untuk nutrisi juga bisa dijaga agar terus sesuai. Tapi, dengan kondisi sekarang ada juga kasus khusus yang terjadi," ujarnya.
Ia mencontohkan kejadian keracunan makanan di Bandarlampung, dimana pihaknya cepat berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk memberhentikan pendistribusian makanan kepada sasaran. Karena, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, jadi pihaknya bergerak dengan melakukan evaluasi dan pengawasan.
Baca juga: Satgas MBG Lampung: Operasional SPPG Menggala Tengah tutup sementara
Baca juga: Gubernur: MBG Lampung jangkau 2,7 juta penerima manfaat
Ia mengatakan pemberian MBG gratis dengan sasaran kategori ibu hamil, ibu menyusui, balita tersebut difokuskan kepada keluarga berisiko stunting, utamanya di desil 1-3 yang memiliki tingkat kesejahteraan di bawah rata-rata.
"Dampak yang kita bisa lihat ketika keluarga berisiko stunting dengan kesejahteraan di bawah rata-rata mendapatkan MBG setiap Senin-Rabu. Mereka mendapatkan tambahan gizi, dan dari sisi ekonomi ada pengurangan anggaran yang dikeluarkan untuk konsumsi keluarga, sehingga mereka bisa realokasi untuk kebutuhan lainnya," katanya.
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·