BMKG Beri Peringatan Dini Potensi Banjir Rob Nasional hingga 13 Mei 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai risiko banjir pesisir atau banjir rob yang diprediksi melanda berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena ini diperkirakan berlangsung dalam rentang waktu 28 April hingga 13 Mei 2026.

Munculnya potensi banjir rob ini dipicu oleh pengaruh fase bulan purnama yang dijadwalkan terjadi pada 2 Mei 2026. Kondisi astronomis tersebut secara signifikan memengaruhi ketinggian pasang surut air laut di berbagai titik pemantauan.

Dikutip dari Kompas, pantauan data water level dan prediksi pasang surut menunjukkan bahwa banjir rob berisiko terjadi secara merata. Wilayah yang harus waspada mencakup pesisir Aceh, Pulau Jawa, hingga area Papua Selatan.

Berdasarkan data resmi BMKG, beberapa titik di pesisir Sumatera Utara seperti Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan perlu bersiaga sejak 28 April hingga 5 Mei 2026. Sementara itu, wilayah Kepulauan Riau termasuk Batam dan Bintan memiliki periode risiko yang bervariasi hingga 11 Mei 2026.

Di Pulau Jawa, pesisir Banten dan Jakarta menjadi wilayah yang sangat diperhatikan. Kawasan pesisir Jakarta, termasuk Kamal Muara, Tanjung Priok, hingga Muara Angke, diprediksi terdampak pada periode 1-7 Mei 2026 bersamaan dengan wilayah pesisir Jawa Barat.

Jawa Tengah juga memiliki dua periode risiko yang berbeda. Wilayah pesisir selatan seperti Cilacap dan Kebumen diimbau waspada pada awal Mei, sementara pesisir utara termasuk Semarang dan Pekalongan diprediksi terdampak pada 5-12 Mei 2026.

Dampak pada Aktivitas Masyarakat Pesisir

Fenomena pasang maksimum ini secara umum dapat mengganggu produktivitas di sekitar pelabuhan dan area pesisir. Gangguan potensial meliputi hambatan pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta gangguan pada pemukiman penduduk yang berada di garis pantai.

Selain itu, sektor perikanan juga diprediksi akan merasakan dampak nyata. Aktivitas tambak garam dan perikanan darat terancam terganggu jika luapan air laut masuk ke area budidaya masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.

BMKG sangat menyarankan agar masyarakat tetap waspada dan selalu siaga dalam mengantisipasi dampak kenaikan air laut ini. Penduduk diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim melalui saluran resmi yang disediakan oleh otoritas terkait.