Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada periode Jumat, 17 April hingga Kamis, 23 April 2026. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer serta bibit siklon tropis.
Data dari BMKG menunjukkan bahwa intensitas hujan kategori lebat hingga ekstrem sebelumnya telah tercatat pada periode 13-15 April. Dilansir dari Kompas, wilayah Jawa Barat mencatatkan curah hujan harian tertinggi mencapai angka 167,4 mm.
Prakirawan BMKG, Sentia, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer yang tidak stabil menjadi faktor utama penyebab peningkatan curah hujan tersebut. Pihaknya terus memantau pergerakan gelombang atmosfer yang melintasi wilayah Nusantara.
"Kondisi tersebut dipicu aktivitas sejumlah gelombang amosfer seperti Rossby Equatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Grativty (MRG) di beberapa wilayah," kata Sentia melalui akun media sosial resmi BMKG, Jumat (17/4/2026).
Pihak BMKG menambahkan bahwa kondisi cuaca saat ini juga dipengaruhi oleh Madden-Julian Oscillation (MJO). Selain itu, adanya pemanasan permukaan Bumi pada siang hari dan perlambatan angin turut memperkuat potensi pembentukan awan hujan.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan bibit siklon tropis 92S yang terpantau di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat Lampung. Posisi bibit siklon ini memberikan dampak terhadap pola cuaca di wilayah sekitarnya.
| 17-19 April 2026 | Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir | Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, Papua. |
| 20-23 April 2026 | Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir | Aceh, Sumatera Utara, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Pegunungan, Papua Selatan. |
Selain wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, BMKG juga merinci daerah yang berpeluang mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat. Pada periode 17-19 April, wilayah tersebut mencakup hampir seluruh provinsi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.
Untuk periode kedua, yakni 20-23 April, cakupan wilayah potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi meluas hingga ke Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·