Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi periode peralihan musim atau pancaroba di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung sejak Maret hingga Mei 2026. Transisi ini menandai berakhirnya musim hujan menuju awal musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi secara bertahap pada April 2026.
Berdasarkan laporan Prediksi Musim Kemarau 2026 yang dilansir dari Detikcom pada Senin (13/4/2026), awal musim kemarau akan melanda 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah pada bulan April. Persentase tersebut akan meningkat pada Mei sebesar 26,3 persen dan Juni sebesar 23,3 persen.
Ketidakstabilan kondisi atmosfer selama masa pancaroba dipicu oleh perubahan arah angin zonal yang kini mulai didominasi oleh angin timuran. Pergerakan angin ini merupakan indikator kuat bahwa sebagian wilayah Indonesia sedang memasuki transisi dari musim hujan menuju musim kering.
"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April (114 ZOM; 16,3%), Mei (184 ZOM; 26,3%), dan Juni 2026 (163 ZOM; 23,3%," sebut BMKG dalam laporan resminya.
Selain perubahan pola angin, kenaikan suhu udara yang signifikan dapat memicu pembentukan awan hujan secara mendadak. Fenomena ini sering diikuti dengan perbedaan suhu yang mencolok antara siang dan malam hari bagi masyarakat di berbagai daerah.
BMKG memberikan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang disertai kilat, petir, serta angin kencang dalam durasi singkat selama sepekan ke depan, yakni 14-20 April 2026. Penguatan monsun Australia menjadi faktor utama yang menyebabkan beberapa wilayah tetap mengalami curah hujan dengan intensitas bervariasi.
Instansi tersebut juga mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem ini dilaporkan lebih sering terjadi pada waktu siang hingga sore hari selama masa transisi berlangsung.
Adapun puncak musim kemarau 2026 diperkirakan jatuh pada periode Juli hingga September. Data BMKG menunjukkan mayoritas wilayah atau sebanyak 429 ZOM (61,4%) akan mencapai titik terkeringnya pada bulan Agustus mendatang.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·