Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mempermudah masyarakat yang berhak membeli BBM subsidi dan kompensasi di Kuningan, Jawa Barat (Jabar), melalui pemanfaatan surat rekomendasi.
Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan melalui surat rekomendasi, pihaknya mendorong penyaluran yang lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus mempermudah layanan di berbagai wilayah Indonesia.
"Edukasi surat rekomendasi turut membantu masyarakat memahami kebijakan pemerintah terkait pendistribusian BBM," kata saat menghadiri bimbingan teknis (bimtek) bertajuk "Pelayanan BBM Subsidi Menggunakan Surat Rekomendasi" di Kuningan, Jawa Barat, Senin (27/4).
Baskara menambahkan pemerintah terus menjaga akses BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak, salah satunya melalui Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025, yang mengatur penerbitan surat rekomendasi secara daring melalui aplikasi XStar.
Pemanfaatan teknologi informasi memudahkan konsumen pengguna seperti petani, nelayan, UMKM, serta pelayanan umum membeli BBM subsidi dan kompensasi sesuai kuota yang telah diatur dalam regulasi.
"Namun, tidak hanya sampai di ketersediaan, tantangan selanjutnya adalah ketepatan sasaran penyaluran BBM subsidi. Sekarang kita mengenal sistem digital penerbitan surat rekomendasi yang dapat dilakukan secara online menggunakan aplikasi XStar," ujar dia.
Menurut Baskara, sistem digital tersebut membuat proses pengajuan data menjadi lebih cepat. Di samping itu, pengawasan distribusi BBM subsidi juga semakin transparan dan kuat.
"Semua tercatat, semua bisa dipantau. Ini adalah langkah nyata agar subsidi dapat sampai ke masyarakat yang berhak. Jangan sampai subsidi BBM bagi rakyat yang berhak, justru dinikmati yang tidak berhak," katanya menegaskan.
Baskara berharap implementasi surat rekomendasi di lapangan semakin efektif, sehingga distribusi BBM subsidi dan kompensasi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
"Kita berharap surat ini bisa berjalan dengan efektif, sehingga BBM subsidi dan kompensasi yang disalurkan kepada masyarakat semakin tepat sasaran," katanya.

Kegiatan bimbingan teknis bertajuk "Pelayanan BBM Subsidi Menggunakan Surat Rekomendasi" di Kuningan, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTARA/HO-Humas BPH Migas
Salah satu peserta bimtek, Indah menilai surat rekomendasi telah menyederhanakan masyarakat pengguna mendapatkan BBM subsidi dan kompensasi, terutama bagi yang kesulitan membawa alat kerjanya ke SPBU.
"Surat ini mempermudah kami, nelayan maupun petani, yang memang kendaraannya (alat bekerja) itu tidak bisa operasional (dibawa) ke SPBU secara langsung," kata warga Kuningan itu.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR Rokhmat Ardiyan mengapresiasi langkah BPH Migas dalam menjaga penyaluran subsidi energi agar tidak salah sasaran.
"Dengan terus mempertahankan supaya subsidi (BBM) ini tepat sasaran, menjadi bagian dari kepedulian pemerintah, sehingga masyarakat bisa menikmati BBM subsidi," jelasnya.
Kegiatan bimtek ini juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan Toni Kusumanto, Sales Area Manager Retail Cirebon Pertamina Patra Niaga Rifki Karfa Nasution, dan Sales Branch Manager Cirebon I Fuel Pertamina Patra Niaga Novan Reza Pahlevi.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·