Bupati: Kawasan Pantura Karawang masuk proyek tanggul laut raksasa

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Karawang (ANTARA) - Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan wilayah pesisir Pantai Utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sepanjang 84 kilometer dipastikan masuk dalam proyek strategi nasional pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

"Proyek yang bertujuan untuk mengatasi abrasi dan banjir di kawasan pesisir rencananya akan dimulai pembangunannya oleh pemerintah pusat pada tahun ini," kata Bupati Aep Syaepuloh di Karawang, Selasa.

Ia memastikan kelanjutan proyek pembangunan tanggul laut raksasa akan dibangun di wilayah Pantai Utara Karawang setelah mengikuti rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti dan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa di Jakarta pada Senin (4/5).

Proyek tersebut akan dilakukan pembangunannya, di sepanjang Pantura Jawa dari Jakarta hingga Surabaya, termasuk kawasan di wilayah pesisir utara Karawang.

Baca juga: BOPPJ: Pembangunan Giant Sea Wall dibagi ke dalam 15 segmen

Menurut dia, proyek tanggul laut raksasa tersebut akan dibangun sekitar 500 meter hingga 1.000 meter dari bibir pantai. Kemudian di atas tanggul akan dibangun jalan tol dan rel kereta api cepat.

Sementara area laut antara tanggul dan garis pantai sebagian akan diurug untuk pengembangan bisnis dan pariwisata serta kawasan hutan mangrove.

Berdasarkan hasil rapat bersama Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono dan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, pembangunan tanggul laut raksasa tahap awal akan dilaksanakan pada 2026. Terlebih dahulu difokuskan di Teluk Jakarta dan Semarang, sebelum diperluas ke wilayah lain di Pantura.

Bupati mengaku optimistis jika proyek tanggul laut raksasa itu selesai, maka dapat dapat melindungi kawasan di wilayah pesisir utara Karawang dari abrasi dan banjir rob yang selama ini mengancam kawasan pesisir utara Karawang.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.