Bupati: Kunjungan Presiden Prabowo perkuat komitmen pengelolaan sampah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Banyumas (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memperkuat komitmen daerah dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

Ditemui usai mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo di TPST-BLE Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Selasa siang, dia mengaku diminta menepati janji mewujudkan Banyumas bebas dari sampah pada 2028.

“Beliau ingin yang saya janjikan (terwujud). Beliau bilang ‘kamu benar janji ya tahun 2028 (bebas dari sampah’, saya jamin,” katanya.

Menurut dia, Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap target Banyumas mewujudkan konsep “zero waste to money” (bebas dari sampah menjadi uang) pada 2028, dengan catatan dukungan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah dapat terpenuhi.

Dalam hal ini, pihaknya telah mengusulkan tambahan 15 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) kepada pemerintah pusat guna mendukung target tersebut.

“Beliau minta yang saya janjikan. Saya bilang, saya jamin, asalkan saya dapat bantuan 15 TPST,” katanya.

Baca juga: Dari RSUD Bekasi, Presiden lanjut kunker ke Banyumas dan Cilacap

Ia mengatakan kebutuhan pembangunan 15 TPST tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp111 miliar dan akan tersebar di sejumlah kecamatan di Banyumas.

Selain itu, kata dia, Presiden melihat langsung kondisi TPST-BLE yang dinilai tidak menimbulkan bau menyengat, sehingga menunjukkan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara ramah lingkungan.

“Beliau sempat ngobrol, tidak bau. Cuma debu mungkin ya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan konsep pengelolaan sampah yang dikembangkan di Banyumas tidak hanya berorientasi pada energi, tetapi lebih pada nilai ekonomi (waste to money) melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai jual.

Ia mencontohkan pemanfaatan limbah plastik untuk dijadikan produk seperti palet lantai, paving, hingga berbagai barang kebutuhan rumah tangga.

“Yang baru itu tidak hanya memproduksi RDF, tetapi saya akan pilih membuat palet lantai dari limbah plastik. Kita sudah ada pembicaraan dengan pihak di Ipoh, Malaysia, mereka siap membeli produk,” katanya.

Selain itu, pihaknya mengembangkan produk lain, seperti selongsong pena yang diproduksi dari limbah plastik daur ulang dengan harga lebih kompetitif dibandingkan produk di pasaran.

Menurut dia, inovasi tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), terutama jika produksi dilakukan dalam skala besar dan didukung permintaan dari berbagai daerah.

Ia mengakui sejumlah daerah, bahkan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Jepang, telah menunjukkan minat mengadopsi model pengelolaan sampah di Banyumas, meskipun penerapannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Dengan adanya kunjungan Presiden, Sadewo mengharapkan, dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah di Banyumas dapat segera terealisasi sehingga target yang telah disampaikan dapat tercapai.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo berkesempatan mendengarkan penjelasan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPST-BLE Banyumas Edy Nugroho terkait mekanisme pengelolaan sampah hingga produk-produk yang dihasilkan.

Sebelum meninjau hanggar pengolahan sampah, Presiden sempat mengenakan masker namun tidak lama berselang, masker tersebut dilepas.

Selain itu, Presiden terlihat berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di depan hanggar.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

Baca juga: Prabowo tinjau pengolahan sampah menjadi genteng di Banyumas

Baca juga: Presiden nilai TPST BLE Banyumas layak jadi model nasional

Pewarta: Sumarwoto
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.