Bupati Shalahuddin: Setiap Rupiah Anggaran Adalah Amanah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO – Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT, memimpin langsung Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati, Senin (20/4).

Bupati menegaskan komitmennya memastikan uang rakyat benar-benar kembali ke rakyat. Pertemuan yang digelar bersama dengan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Tengah, Ilham Nurhidayat, Bupati Shalahuddin ditemani Sekda dan jajaran perangkat daerah, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada rupiah pun yang melenceng dari sasaran.

“Saya ingin tegaskan, setiap rupiah anggaran adalah amanah masyarakat. Pertanggungjawabannya harus clear, baik secara aturan administratif maupun secara moral,” kata Shalahuddin dalam sambutan saat itu.

Pertemuan yang juga dihadiri langsung oleh tim rombongan BPKP ini menjadi momen penting bagi Shalahuddin untuk mengingatkan kembali visi besarnya dalam membangun Barito Utara. Ia tidak ingin perencanaan pembangunan hanya menjadi seremonial belaka.

Menurut Bupati Shalahuddin, ada lima sektor yang wajib menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran 2026. Kelima sektor itu adalah pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penurunan prevalensi stunting, serta ketahanan pangan.

“Lima sektor ini adalah kebutuhan dasar rakyat. Jangan sampai anggaran kita habis untuk hal-hal yang tidak menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” tegas Bupati Shalahuddin di hadapan para kepala OPD. Bupati Shalahuddin juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak akan berhenti setelah anggaran disetujui.

Ia meminta BPKP untuk terus mendampingi dan mengawal sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Electronic money exchangers listing

“Kita ingin Barito Utara makin maju dengan tata kelola keuangan yang sehat dan transparan. Kalau anggarannya sehat, pembangunannya pun pasti hebat,” tegasnya lagi.

Ia juga menyoroti pentingnya akurasi data di lapangan. Menurutnya, kesalahan kecil dalam perencanaan bisa berdampak besar terhadap efektivitas program. Karena itu, ia meminta setiap OPD tidak asal mengajukan anggaran.

“Jangan sampai ada program yang bagus di atas kertas, tapi di lapangan tidak dibutuhkan rakyat. Saya minta pendekatannya dari bawah ke atas, dengarkan langsung aspirasi warga,” ujar Shalahuddin.

Di akhir sambutannya, Bupati Shalahuddin kembali menegaskan pesannya kepada seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia tidak ingin mendengar kabar adanya anggaran yang tidak tepat sasaran di masa mendatang. “Uang rakyat harus kembali ke rakyat. Pastikan anggaran 2026 tepat sasaran, tidak boleh ada yang melenceng. Itu harga mati,” pungkas Shalahuddin.

Pertemuan entry meeting ini akan ditindaklanjuti dengan pendampingan teknis dari BPKP selama proses finalisasi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Barito Utara. (ren/nue/kpg)

MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO – Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT, memimpin langsung Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Bupati, Senin (20/4).

Bupati menegaskan komitmennya memastikan uang rakyat benar-benar kembali ke rakyat. Pertemuan yang digelar bersama dengan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Tengah, Ilham Nurhidayat, Bupati Shalahuddin ditemani Sekda dan jajaran perangkat daerah, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada rupiah pun yang melenceng dari sasaran.

“Saya ingin tegaskan, setiap rupiah anggaran adalah amanah masyarakat. Pertanggungjawabannya harus clear, baik secara aturan administratif maupun secara moral,” kata Shalahuddin dalam sambutan saat itu.

Electronic money exchangers listing

Pertemuan yang juga dihadiri langsung oleh tim rombongan BPKP ini menjadi momen penting bagi Shalahuddin untuk mengingatkan kembali visi besarnya dalam membangun Barito Utara. Ia tidak ingin perencanaan pembangunan hanya menjadi seremonial belaka.

Menurut Bupati Shalahuddin, ada lima sektor yang wajib menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran 2026. Kelima sektor itu adalah pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penurunan prevalensi stunting, serta ketahanan pangan.

“Lima sektor ini adalah kebutuhan dasar rakyat. Jangan sampai anggaran kita habis untuk hal-hal yang tidak menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” tegas Bupati Shalahuddin di hadapan para kepala OPD. Bupati Shalahuddin juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak akan berhenti setelah anggaran disetujui.

Ia meminta BPKP untuk terus mendampingi dan mengawal sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Kita ingin Barito Utara makin maju dengan tata kelola keuangan yang sehat dan transparan. Kalau anggarannya sehat, pembangunannya pun pasti hebat,” tegasnya lagi.

Ia juga menyoroti pentingnya akurasi data di lapangan. Menurutnya, kesalahan kecil dalam perencanaan bisa berdampak besar terhadap efektivitas program. Karena itu, ia meminta setiap OPD tidak asal mengajukan anggaran.

“Jangan sampai ada program yang bagus di atas kertas, tapi di lapangan tidak dibutuhkan rakyat. Saya minta pendekatannya dari bawah ke atas, dengarkan langsung aspirasi warga,” ujar Shalahuddin.

Di akhir sambutannya, Bupati Shalahuddin kembali menegaskan pesannya kepada seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia tidak ingin mendengar kabar adanya anggaran yang tidak tepat sasaran di masa mendatang. “Uang rakyat harus kembali ke rakyat. Pastikan anggaran 2026 tepat sasaran, tidak boleh ada yang melenceng. Itu harga mati,” pungkas Shalahuddin.

Pertemuan entry meeting ini akan ditindaklanjuti dengan pendampingan teknis dari BPKP selama proses finalisasi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Barito Utara. (ren/nue/kpg)