Bursa Asia Menguat Seiring Sinyal Deeskalasi Konflik Amerika Serikat Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pasar saham di kawasan Asia diproyeksikan mencatat penguatan pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, menyusul pencapaian rekor tertinggi di Wall Street. Sentimen positif ini dipicu oleh meningkatnya harapan akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah mengganggu stabilitas pasar global selama sepuluh minggu terakhir.

Indeks berjangka untuk wilayah Hong Kong, Australia, dan Korea Selatan menunjukkan tren kenaikan sejalan dengan pembukaan kembali pasar Jepang pascalibur nasional, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 sebelumnya masing-masing melonjak 1,5% dan 2,1% pada Rabu kemarin hingga mencetak rekor baru.

Kondisi pasar komoditas juga mengalami pergeseran signifikan dengan harga emas yang melambung, sementara dolar AS melemah ke level sebelum pecahnya konflik. Harga minyak mentah Brent merosot hampir 8% pada Rabu dan gas alam Eropa anjlok 14%, yang berkontribusi meredakan kekhawatiran inflasi serta menekan spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Analis pasar Michael Brown memberikan pandangannya mengenai arah pergerakan pasar saat ini di tengah upaya diplomatik kedua negara.

"Kita tetap berada di jalur menuju deeskalasi dan pengakhiran konflik," ujar Michael Brown dari Pepperstone.

Brown menambahkan bahwa meskipun proses menuju perdamaian tersebut tidak mudah, optimisme investor tetap terjaga selama arah kebijakan menunjukkan tanda-tanda positif.

"Meskipun jalur tersebut jelas terjal, selama kita tetap berada di sana dan arah pergerakannya menuju optimisme, maka selera risiko investor akan tetap terjaga," ujar Michael Brown dari Pepperstone.

Mantan Presiden Donald Trump juga memberikan pernyataan mengenai prospek pengakhiran perang dalam sebuah wawancara televisi. Ia mengindikasikan adanya peluang besar untuk mencapai penyelesaian sebelum agenda kunjungannya ke Beijing pada pekan mendatang.

"peluang sangat besar untuk berakhir" ujar Donald Trump dalam wawancara dengan PBS News Hour.

Saat berbicara kepada para jurnalis di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa pembicaraan yang berlangsung telah menunjukkan kemajuan terkait isu krusial seperti program nuklir.

"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujui hal itu, di antara poin-poin lainnya," ujar Trump, kepada wartawan di Gedung Putih.

Ia menyatakan optimisme bahwa sebuah kesepakatan formal sangat mungkin untuk segera dicapai dalam waktu dekat melalui komunikasi yang intensif.

"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik, dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan," ujar Trump, kepada wartawan di Gedung Putih.

Di sisi lain, Iran telah menyusun protokol baru untuk lalu lintas kapal di Selat Hormuz guna memastikan keamanan jalur perdagangan tersebut. Pihak militer setempat mengonfirmasi bahwa stabilitas lintasan akan sangat bergantung pada kepatuhan terhadap aturan baru tersebut.

"lintasan yang aman dan stabil" ujar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pihak IRGC menekankan pentingnya penerapan mekanisme baru ini demi menjamin kelancaran arus transportasi di wilayah perairan strategis tersebut.

"protokol baru yang diterapkan," ujar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Meskipun ada sinyal positif dari pihak militer Iran, sejumlah pemilik kapal dilaporkan masih bersikap waspada sebelum memutuskan untuk mengirimkan armada mereka melalui jalur tersebut. Sementara itu di Jepang, investor sedang memantau rilis notulen rapat Bank of Japan bulan Maret serta rencana penjualan surat utang jangka pendek senilai 3,8 triliun yen.