Cathay Pacific Batalkan 2 Persen Penerbangan Penumpang Hingga Juni 2026

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific Airways, mengumumkan pemangkasan sekitar 2 persen dari total penerbangan penumpang terjadwal mereka. Kebijakan ini berlaku untuk periode 16 Mei hingga 30 Juni 2026, sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar avtur.

Situasi ini dipicu oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah, yang menyebabkan tekanan biaya operasional meningkat tajam bagi maskapai global. Anak usaha Cathay Pacific, HK Express, juga akan memangkas sekitar 6 persen penerbangan mulai 11 Mei hingga akhir Juni, dilansir dari Money, Minggu (12/4/2026).

Penghentian sementara layanan penumpang ke Dubai dan Riyadh oleh Cathay Pacific juga akan tetap berlaku hingga 30 Juni 2026. Langkah ini diambil di tengah ketegangan geopolitik yang membuat harga bahan bakar penerbangan global melonjak signifikan sejak Maret lalu.

Menurut data maskapai yang dikutip dari CNBC, harga rata-rata bahan bakar penerbangan global mencapai 209 dollar AS per barel pada pekan yang berakhir 3 April 2026. Angka ini setara dengan sekitar Rp 3,57 juta per barel, naik drastis dari 99,40 dollar AS per barel atau sekitar Rp 1,70 juta per barel pada pekan terakhir Februari 2026.

Cathay Pacific menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar ini merupakan faktor utama di balik keputusan untuk mengurangi kapasitas penerbangan. Maskapai sebelumnya telah mencoba berbagai langkah, termasuk penyesuaian biaya tambahan bahan bakar, namun upaya ini dinilai tidak cukup.

"Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah telah menyebabkan harga bahan bakar penerbangan naik secara signifikan sejak Maret dan tetap berada pada level tinggi," kata perwakilan Cathay Pacific.

Maskapai menambahkan bahwa pengurangan kapasitas adalah upaya terakhir yang dipertimbangkan dengan cermat setelah berbagai langkah untuk meminimalkan dampak pada pelanggan. Pembatalan penerbangan ini sebagian besar akan mempengaruhi rute jarak pendek regional.

Selain itu, sejumlah kecil penerbangan menuju Australia, Asia Selatan, dan Afrika Selatan juga akan terdampak. HK Express akan melakukan konsolidasi jadwal penerbangan dengan skala yang lebih besar untuk memangkas layanan penumpang.

Kedua maskapai berjanji untuk meminimalkan gangguan terhadap penumpang dengan melakukan penjadwalan ulang. Perusahaan berharap hampir seluruh pelanggan yang terdampak akan dipindahkan ke penerbangan alternatif dalam waktu 24 jam dari jadwal semula.

"Pelanggan diharapkan akan diberitahu tentang pengaturan penerbangan baru mereka pada atau sebelum hari Senin mendatang," tulis perusahaan, dikutip dari HK Standard. Cathay Pacific juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Meskipun Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran, pelaku industri penerbangan memprediksi pasokan avtur akan tetap ketat dan mahal dalam beberapa bulan ke depan. Situasi ini menambah tekanan bagi maskapai yang baru mulai meningkatkan kapasitas pascapandemi.

Sebelum pengumuman ini, CEO Cathay Pacific, Ronald Lam, pada bulan lalu menyatakan rencana maskapai untuk meningkatkan kapasitas penumpang hingga 10 persen sepanjang 2026. Namun, lonjakan biaya bahan bakar memaksa penyesuaian operasional jangka pendek.

Cathay Pacific menegaskan bahwa setelah periode penyesuaian hingga akhir Juni, perusahaan bersama HK Express berencana untuk kembali mengoperasikan semua penerbangan penumpang sesuai jadwal normal. Maskapai terus memantau perkembangan situasi geopolitik dan harga energi global untuk menentukan strategi operasional selanjutnya.