Laporan Global Solar Power Tracker dari Global Energy Monitor menunjukkan kapasitas energi surya terdistribusi di 31 negara mencapai hampir 900 GW pada Kamis, 7 Mei 2026. China mendominasi sektor ini dengan kapasitas 489 GW, setara dengan 90 persen konsentrasi total global bersama sembilan negara lainnya.
Data tersebut mengungkap kesenjangan besar antara China dan negara maju lainnya dalam pengembangan energi terbarukan. Jerman yang berada di posisi kedua hanya memiliki kapasitas 69 GW, disusul oleh Amerika Serikat, Italia, Jepang, dan Prancis sebagai bagian dari negara G7 dengan total laporan terbesar.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, wilayah Eropa memiliki sebaran kapasitas tingkat menengah di banyak negara. Sebaliknya, total kapasitas di kawasan Amerika Latin, Asia, dan Afrika cenderung lebih kecil dan tersebar, meskipun Taiwan dan Afrika Selatan mulai menonjol berkat kebijakan insentif yang kuat.
Peranan sistem terdistribusi, seperti panel surya pemukiman, menjadi kunci pertumbuhan energi hijau di negara maju sejak tahun 2020. Di Italia, sistem ini menyumbang 86 persen dari total operasional tenaga surya, sementara di Jerman mencapai 68 persen dan Prancis sebesar 57 persen.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan 42 persen dari seluruh kapasitas surya masa depan akan bersifat terdistribusi. Hal ini dianggap krusial untuk mengejar target peningkatan kapasitas energi terbarukan sebanyak tiga kali lipat pada tahun 2030 mendatang.
Meskipun memiliki sumber daya ekonomi yang besar, negara-negara G7 tercatat tertinggal jauh dalam pertumbuhan kapasitas tahunan energi angin dan surya dibandingkan China. Kapasitas pembangkit skala utilitas di G7 relatif stagnan di angka 520 GW sejak tahun 2023, meski terdapat desakan dari IRENA untuk mempercepat transisi.
Hingga Desember 2025, China telah melampaui 1,6 TW proyek energi angin dan surya yang beroperasi secara total. Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 368 GW, sementara India menempati urutan ketiga global dengan kapasitas operasional lebih dari 163 GW.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·