LPS Pastikan Simpanan Masyarakat Tumbuh di Tengah Gejolak Global

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan pertumbuhan positif pada jumlah simpanan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Data ini disampaikan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, pada Kamis (7/5/2026).

Tren kenaikan tersebut terbagi dalam dua kategori utama, yakni simpanan nasabah di bawah Rp 100 juta dan di atas Rp 5 miliar. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kategori saldo besar mencatatkan persentase kenaikan yang jauh lebih signifikan dibandingkan saldo kecil.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa kelompok simpanan di bawah Rp 100 juta masih tumbuh 1,84 persen hingga awal Mei 2026. Sementara itu, kelompok dana di atas Rp 5 miliar mengalami lonjakan hingga 21,6 persen pada Maret 2026.

"Tidak ada dampak dari pengaruh gejolak global, simpanan yang di bawah Rp 100 juta per Mei masih tumbuh 1,84%. Yang kedua untuk simpanan yang di atas Rp 5 miliar per Maret 2026 tumbuhnya 21,6%," ungkap Anggito.

Pertumbuhan pada kategori simpanan kelas atas ini dipicu oleh kebijakan strategis Kementerian Keuangan. Pemerintah diketahui menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Ini karena ada pengaruh dari penempatan dana SAL pemerintah di bank Himbara. Namun demikian kalau saya berandai-andai tanpa menghitung dana pemerintah pun masih tetap tumbuh 9,6%," jelas Anggito.

Secara nominal, porsi saldo di bawah Rp 100 juta menyumbang 11,26 persen dari total seluruh simpanan. Adapun kontribusi saldo di atas Rp 5 miliar mendominasi dengan besaran mencapai 57,88 persen dari total agregat.

"Kalau secara agregat pertumbuhan dari DPK per Maret adalah 13,57%. Jadi jawabannya tidak ada pengaruh terhadap gejolak global, terhadap pola atau behavior dari simpanan kita," pungkas Anggito.