Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke pabrik manufaktur alas kaki PT Gold Emperor Indonesia di Kabupaten Brebes pada Kamis (7/5/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan peran sektor investasi padat karya dalam upaya menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Sektor industri manufaktur di Brebes kini menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja dalam skala besar. Dilansir dari Detikcom, perusahaan yang berfokus pada produksi sepatu ekspor ini merupakan bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) asal China dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp 1,65 triliun sepanjang 2024-2025.
Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 4.044 orang telah terserap sebagai karyawan, yang terdiri dari 3.274 tenaga kerja perempuan dan 770 laki-laki. Saat memantau langsung proses produksi, Gubernur Luthfi menyebut bahwa pendapatan para pekerja sudah berada di level yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Kita cek salah satu karyawan tadi, ada yang dapat uang lembur sampai Rp 4 juta. Ini sudah cukup bagi mereka," ujar Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan angka keterlibatan tenaga kerja di lokasi ini akan terus bertambah seiring stabilnya iklim investasi di daerah. Perusahaan tersebut menargetkan peningkatan jumlah sumber daya manusia hingga mencapai 10.000 karyawan dalam beberapa tahun mendatang.
"Kami melakukan pengecekan di PT Gold Emperor Indonesia yang sifatnya padat karya. Karyawannya sekitar 4.044 orang dengan produksinya berupa alas kaki atau sepatu yang diekspor ke banyak negara," kata Luthfi.
Pengembangan kawasan industri di Kabupaten Brebes diharapkan mampu menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara signifikan. Guna mendukung kebutuhan industri tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui integrasi pendidikan vokasi.
"Kita akan manfaatkan BLK dan sekolah vokasi agar dapat menyediakan tenaga kerja yang kompetitif," katanya.
Selain faktor upah, kenyamanan pekerja juga menjadi indikator penting dalam keberlangsungan industri padat karya ini. Tri Dewi Martini, salah satu karyawan di bagian produksi, mengungkapkan bahwa fasilitas tambahan di luar gaji pokok menjadi motivasi utama bagi para buruh.
"Banyak sukanya di sini, banyak lemburan, banyak cuannya. Gaji UMR, tambahannya dari lemburan setiap harinya. Kita lima hari kerja, Sabtu dihitungnya lembur. Terus ada juga tunjangan kehadiran, jadi kalau berangkat terus dapat bonus uang kehadiran," ujar Tri.
Karyawan berharap keberadaan investasi besar seperti ini dapat terus berkembang demi kemajuan ekonomi Jawa Tengah. Saat ini, pemerintah terus mendorong optimalisasi balai latihan kerja untuk memastikan suplai tenaga kerja lokal sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan perusahaan mancanegara.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·