Badan pengelola investasi Danantara Indonesia menargetkan penyusunan laporan keuangan konsolidasi dari seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaannya dapat rampung pada akhir Juni 2026.
Langkah ini diambil karena institusi tersebut harus menyatukan laporan dari berbagai perusahaan pelat merah, seperti yang dilansir dari Money pada Minggu (31/5/2026). Selain itu, Danantara saat ini juga tengah fokus melakukan pembenahan menyeluruh pada sistem tata kelola BUMN.
"Kami sedang melakukan pembersihan seluruh laporan dari BUMN dan ada beberapa BUMN yang belum selesai. Nanti akhir Juni ini akan selesai seluruh BUMN kita bersihkan," ujar Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia.
Proses pembenahan tersebut mencakup pembersihan buku keuangan serta penyelesaian masalah penurunan nilai aset. Penataan ini krusial agar laporan yang dipublikasikan pertengahan tahun ini dapat mencerminkan kondisi riil perusahaan.
"Termasuk juga saya menyampaikan dalam beberapa kesempatan bahwa kita melakukan impairment hampir Rp 100 triliun terhadap buku-buku BUMN," kata Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia.
Pencatatan penurunan nilai aset yang cukup besar tersebut sengaja dilakukan oleh manajemen. Hal ini menjadi langkah nyata dalam membenahi akuntabilitas publik.
"Ini bentuk dari transparansi dan komitmen kita semua bahwa BUMN ke depan harus dikelola secara transparan," kata Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia.
Sementara itu, manajemen investasi Danantara mengonfirmasi ada lebih dari 1.000 entitas BUMN yang saat ini masih menyelesaikan laporan kinerja keuangan mereka. Batas waktu pelaporan ini juga telah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas.
"PT-nya saja (lapor maksimal) 30 Juni. Saya (Danantara) punya 1.000 PT BUMN. Saya tunggu sampai 30 Juni, baru saya konsolidasi," ucap Rohan Hafas, Managing Director Danantara Investment Management.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·