KKP Perluas Akses Ekspor Perikanan Indonesia ke China

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Akses pasar ekspor komoditas perikanan nasional menuju China resmi diperluas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Langkah strategis ini terealisasi setelah ratusan unit pengolahan ikan (UPI) asal Indonesia berhasil mengantongi izin resmi untuk mengirimkan produk mereka ke negara tersebut.

Jumlah fasilitas pengolahan yang disetujui bertambah setelah otoritas kepabeanan China menerbitkan izin bagi sejumlah operator baru, seperti dilansir dari Money. Kerja sama bilateral melalui mekanisme pengakuan bersama ini memperkuat posisi komoditas laut Indonesia di pasar internasional.

Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP bertindak selaku otoritas kompeten yang menjamin standar kelayakan produk ekspor tersebut. Saat ini tercatat ada 1.080 jenis komoditas perikanan dari Indonesia yang aktif dikirimkan ke pasar China.

Data perdagangan tahun 2025 menunjukkan volume pengiriman ke Negeri Tirai Bambu mencapai 491.528 ton dengan nilai komoditas mencapai 1,04 miliar dolar Amerika Serikat atau berkisar Rp 17,46 triliun. Produk unggulan yang mendominasi pengiriman antara lain sotong beku, rumput laut jenis eucheuma cottonii dan gracilaria, serta beberapa jenis ikan beku lainnya.

Otoritas mutu terus mengawal seluruh rangkaian produksi guna memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi internasional. Standardisasi kebersihan dan higienitas menjadi kunci utama agar produk dalam negeri tetap memiliki daya saing tinggi dan diterima secara konsisten di pasar global.

"Terbaru, CA Tiongkok (General Administration of Customs of the People's Republic of China/GACC) mengeluarkan izin bagi delapan UPI baru pada Senin, 11 Mei lalu, sehingga total menjadi 638 unit UPI," kata Ishartini dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Pihak GACC meloloskan delapan korporasi baru melalui jalur Mutual Recognition Arrangement (MRA), meliputi PT Duta Mitra Semesta, PT BPH Global Indonesia, CV Daniel Nathania Fishery, PT Bintang Samudera Pratama, PT Ramantha Kawanua Indonesia, PT Marindo Jaya Maros, PT Jaya Mega Samudra, dan PT Zhongyi Supply Chain Services.

"Hal ini untuk menjaga keberterimaan produk serta penguatan kepercayaan internasional yang akan menambah daya saing," imbuhnya.

Pemerintah pusat melalui kementerian terkait menegaskan pentingnya konsistensi mutu agar ekosistem industri perikanan nasional terus berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan bebas.

"Hal ini untuk menjaga keberterimaan produk serta penguatan kepercayaan internasional yang akan menambah daya saing," imbuhnya.