Devil Wears Prada 2 dituduh rasis lewat penggunaan karakter Tionghoa

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Penggunaan karakter Tionghoa dalam film "The Devil Wears Prada 2" dituduh mengandung unsur rasisme dan menyebabkan adanya potensi pemboikotan di negara tersebut.

Menurut siaran Korea Joongang Daily pada Rabu (22/4), China.com dan media lain di negara itu melaporkan bahwa kritik telah menyebar secara online atas sebuah klip yang diunggah ke saluran YouTube resmi 20th Century Studios, yang menampilkan karakter pendukung Tionghoa yang nama dan penggambarannya dikritik sebagai ofensif.

Karakter tersebut adalah Jin Chao yang diperankan oleh aktris Tionghoa-Amerika Helen J. Shen. Jin Chao merupakan seorang lulusan Yale baru-baru ini yang bekerja sebagai asisten protagonis Andrea Sachs (Anne Hathaway).

Baca juga: Snoop Dogg kritik representasi LGBTQ dalam film animasi Disney

Unggahan online berpendapat bahwa nama karakter tersebut terdengar mirip dengan "Ching Chong", sebuah istilah yang secara historis digunakan dalam masyarakat Barat untuk mengejek bahasa Asia.

Frasa tersebut secara luas dikenal sebagai ungkapan merendahkan yang berasal dari abad ke-19 untuk mengejek buruh Tionghoa.

Penggambaran karakter tersebut juga menuai kritik karena menggunakan kacamata dan kemeja kotak-kotak, sehingga dinilai sebagai sosok yang kurang memiliki selera mode. Berbeda dengan tokoh-tokoh bergaya di industri mode yang menjadi inti film, sehingga beberapa orang berpendapat bahwa hal ini memperkuat stereotip negatif.

Baca juga: Halle Bailey cerita soal reaksi rasis saat bintangi The Little Mermaid

Beberapa orang mengatakan bahwa hal itu mencerminkan stereotip di masyarakat Barat yang menggambarkan orang Asia yang berpendidikan tinggi sebagai orang yang canggung secara sosial. Yang lain berpendapat bahwa ekspresi wajah dan akting yang berlebihan semakin mengkarikaturkan orang Tiongkok.

Seiring meningkatnya kontroversi, seruan untuk memboikot film tersebut menyebar secara online di Tiongkok, dengan para kritikus menuduh film tersebut menargetkan pasar Tiongkok sekaligus menghina orang Tiongkok.

Baca juga: Mantan rapper TOP hadapi kritik atas perannya di Squid Games 2

“Kontroversi ini dapat merusak reputasi film dan kinerja box office,” lapor Sing Tao Daily Hong Kong.

“The Devil Wears Prada 2” dijadwalkan tayang di Tiongkok pada 1 Mei.

Film ini merupakan sekuel dari “The Devil Wears Prada” (2006), yang dirilis hampir 20 tahun setelah film aslinya. Film ini dibintangi oleh aktor Meryl Streep dan Anne Hathaway, dan dijadwalkan untuk pemutaran perdana globalnya di Korea pada 29 April.

Baca juga: Disney+ tarik beberapa film animasi klasik yang bermuatan rasis

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.