Jakarta (ANTARA) - Lembaga filantropi Yayasan Dompet Dhuafa memastikan juru sembelih halal pada program Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memiliki sertifikasi maupun berkompeten dalam proses penyembelihan, pencacahan, hingga pendistribusian daging kepada para penerima.
“Kami memastikan juru sembelih halal itu memiliki kapasitas,” ujar Ketua Program Kurban 1447 Hijriah Dompet Dhuafa Ali Bastoni saat konferensi pers di Jakarta, Senin.
Ali menjelaskan tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan program kurban menyentuh angka 36 ribu ekor setara kambing/domba. Hingga Senin pagi, muzaki yang menitipkan hewan kurban ke Dompet Dhuafa telah mencapai 21 ekor setara kambing/domba.
Target ini meningkat dibanding tahun lalu yang menyentuh angka 29 ribu ekor setara kambing/domba. Nantinya, daging kurban akan didistribusikan ke wilayah yang konsumsi daging rendah, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), daerah bencana, hingga Palestina.
Menurut Ali, keberadaan juru sembelih sangat penting agar memastikan hewan yang dipotong telah sesuai dengan syariat Islam dan demi menjaga keamanannya.
Khusus pemotongan di wilayah 3T, Dompet Dhuafa memiliki perwakilan atau pendamping program yang akan bertanggung jawab dalam memastikan juru sembelih halal memiliki kapasitas.
“Kita biasanya sudah punya persiapan bagaimana si penyembelih ini memang bisa dilatih dan seterusnya. Tapi kalaupun itu tidak ada, biasanya kita juga menghadirkan dari daerah tetangga. Tapi biasanya masih dalam lingkup keluarga besar Dompet Dhuafa,” kata dia.
Baca juga: Dompet Dhuafa targetkan 36 ribu hewan kurban pada Idul Adha 2026
Ia menjelaskan penitipan pemotongan hewan kurban di Dompet Dhuafa tidak sekedar menunaikan kewajiban agama semata. Lebih jauh dari itu, telah menciptakan ekosistem yang bermuara pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Ali mencontohkan hewan kurban yang disiapkan berasal dari peternak mitra. Di samping itu, peternak lokal pun dilibatkan agar perputaran ekonomi merata dan masyarakat mendapatkan berkah dan kebahagiaan dari perayaan Idul Adha.
“Karena pilar ini menjadi spirit selain yang sifatnya pemberdayaan, menaikkan dari mustahik menjadi Muzaki. Yang kedua adalah juga bagian dari peningkatan ekonomi dalam konteks memotong rantai jual. Jadi makanya kita bisa langsung membeli hewan di peternak langsung begitu,” kata Ali.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·