Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi membatalkan rencana pengiriman utusannya ke Pakistan untuk pembicaraan damai dengan Iran pada Sabtu (25/4/2026). Keputusan ini diambil di tengah upaya mediasi internasional untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, pembatalan perjalanan diplomatik ini dilakukan meskipun pihak Gedung Putih sebelumnya telah menjadwalkan Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk berangkat. Keduanya direncanakan melakukan dialog langsung di Islamabad guna mencapai kesepakatan damai dengan Republik Islam tersebut.
Donald Trump memberikan penjelasan mengenai alasan pembatalan tersebut saat berbicara dengan media. Ia menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat tetap memegang kendali penuh atas situasi yang berkembang.
"Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa," kata Trump, mengutip pernyataannya kepada timnya.
Politikus Partai Republik tersebut juga memberikan klarifikasi mengenai spekulasi kelanjutan agresi militer pasca pembatalan ini. Saat dikonfirmasi oleh Axios mengenai kemungkinan dimulainya kembali permusuhan, ia menepis anggapan tersebut.
"Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami bahkan belum memikirkannya," jawab Trump.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan diplomatiknya di Islamabad sebelum pengumuman Trump muncul. Araghchi melakukan pertemuan intensif dengan Panglima Militer Pakistan Asim Munir, PM Shehbaz Sharif, serta Menlu Ishaq Dar.
Melalui unggahan di platform X, Araghchi membagikan penilaiannya terhadap hasil pertemuan di Pakistan sebelum bertolak menuju Muscat dan Rusia. Ia menyatakan telah membawa usulan kerangka kerja untuk mengakhiri perang secara permanen.
"Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi," ujar Araghchi.
Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran, posisi diplomatik Iran memang cenderung tertutup terhadap dialog langsung dengan utusan Amerika. Pihak Teheran sejak awal menekankan bahwa Pakistan hanya berperan sebagai perantara pembawa pesan tanpa ada rencana pertemuan fisik antara pejabat Iran dan Amerika Serikat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·