Dunia Peringati Hari Perawat Internasional 12 Mei 2026

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Masyarakat dunia memperingati Hari Perawat Internasional pada Selasa, 12 Mei 2026, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi tenaga kesehatan global yang bertepatan dengan hari kelahiran pelopor keperawatan modern, Florence Nightingale. Peringatan tahun ini mengusung tema sentral mengenai penguatan sistem kesehatan dan pemberdayaan perawat untuk mendukung stabilitas ekonomi dunia.

Dewan Perawat Internasional (ICN) menetapkan tema khusus untuk mengarahkan perhatian publik pada tantangan besar yang dihadapi sektor medis saat ini. Isu kekurangan tenaga kerja, dampak perubahan iklim, hingga konflik global menjadi latar belakang pentingnya dukungan bagi profesi ini.

"Our Nurses. Our Future. Caring for nurses strengthens economies" kata pihak ICN melalui laman resminya terkait tema peringatan tahun ini.

Penetapan 12 Mei sebagai Hari Perawat Internasional telah dilakukan sejak 1974 untuk mengenang Florence Nightingale yang lahir pada 12 Mei 1820. Dilansir dari National Day Calendar, Nightingale bukan sekadar perawat, melainkan ahli statistik yang menciptakan prosedur keperawatan modern serta memperbaiki sistem sanitasi selama Perang Krimea.

Di Indonesia, momentum ini juga bersinggungan dengan sejarah nasional yakni Tragedi Trisakti yang terjadi pada 12 Mei 1998. Peristiwa tertembaknya empat mahasiswa Universitas Trisakti tersebut menjadi pemicu gerakan reformasi besar di tanah air.

Pemerintah Kota Denpasar memanfaatkan momen ini untuk menegaskan komitmen mereka dalam meningkatkan fasilitas kesehatan guna menunjang produktivitas tenaga medis. Hal tersebut disampaikan dalam puncak acara peringatan yang digelar oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Denpasar.

"Our Nurses, Our Future, Empowered Nurses Save Lives" ujar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, saat mengutip tema global peringatan tersebut pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Eddy Mulya menambahkan bahwa pemerintah daerah berupaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan memastikan sarana prasarana memadai tersedia di seluruh fasilitas kesehatan. Ia juga menekankan perlunya keterlibatan perawat dalam perumusan kebijakan klinis.

"Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk mendukung keamanan lingkungan kerja, serta dukungan fasilitas yang memadai bagi para perawat di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Denpasar" ujar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Pihak pemerintah menilai bahwa suara dari para praktisi di lapangan sangat krusial untuk membentuk masa depan pelayanan kesehatan yang lebih efektif bagi masyarakat luas.

"Suara perawat harus didengar untuk membentuk masa depan pelayanan kesehatan yang lebih baik" kata I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Melalui penguatan kompetensi, perawat diharapkan mampu menghadapi kompleksitas tantangan medis di masa depan. Peran mereka dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan kesehatan bangsa.

"Perawat yang berdaya bukan hanya menyelamatkan nyawa di tempat tidur pasien, tetapi juga memperkuat pondasi kesehatan bangsa kita" ujar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Ketua DPD PPNI Kota Denpasar, I Ketut Sudiarta, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini mencakup pelayanan masyarakat dan pengembangan profesi. Fokus utama organisasi adalah memperkuat solidaritas serta profesionalisme anggota dalam mengimplementasikan program kerja tahun 2026.