Eddy Soeparno Dukung Kebijakan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku pada Senin (20/4/2026). Langkah ini dipandang sebagai bentuk perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan di tengah fluktuasi harga energi global dan tekanan rupiah.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas ketegangan geopolitik internasional yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional. Eddy menilai langkah pemerintah sudah tepat dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal negara dan tanggung jawab sosial.

"Tidak adanya kenaikan pada BBM bersubsidi serta LPG 3 kilogram menjadi sinyal penting bahwa daya beli masyarakat kecil tetap dijaga. Kebijakan ini mencerminkan upaya negara untuk menyeimbangkan kebutuhan menjaga kesehatan fiskal dengan tanggung jawab sosial terhadap rakyat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih," kata Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN.

Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat berada di Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangkaian agenda bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Ia menekankan bahwa efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada pengawasan distribusi di lapangan agar subsidi tidak salah sasaran.

"Penyesuaian harga pada segmen nonsubsidi harus diimbangi dengan upaya memastikan subsidi BBM tepat sasaran hanya pada kelompok yang berhak. Harus ada mekanisme yang konsisten dan tegas di lapangan memastikan BBM subsidi dan LPG 3 kg diterima hanya oleh mereka yang berhak," lanjut Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Selain fokus pada subsidi, Eddy mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan pada energi fosil impor. Ia menyoroti visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan bauran energi terbarukan sebagai solusi jangka panjang menghadapi gejolak pasar global.

"Komitmen Presiden Prabowo untuk terus meningkatkan bauran energi terbarukan menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Bagaimanapun, with ketergantungan yang masih tinggi terhadap energi fosil, khususnya yang dipengaruhi oleh pasar global, maka setiap gejolak harga minyak dunia akan selalu berpotensi menekan perekonomian kita," jelas Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Pemanfaatan sumber daya domestik seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi dinilai perlu dipercepat untuk memitigasi dampak ekonomi global. Eddy meyakini bahwa transisi energi merupakan faktor krusial yang setara dengan kepentingan ketahanan nasional secara menyeluruh.

"Karena itu saya yakin dan percaya urgensi mewujudkan ketahanan energi sama pentingnya dengan upaya mewujudkan ketahanan nasional. Transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," kata Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI.

Pemerintah saat ini terus melakukan pemantauan terhadap distribusi energi untuk memastikan kelompok masyarakat bawah tetap terlindungi dari dampak penyesuaian harga komoditas nonsubsidi.