Negara BRICS Perkuat Cadangan Emas Global Guna Mitigasi Risiko Dolar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Negara-negara anggota blok ekonomi BRICS secara masif meningkatkan kepemilikan emas kedaulatan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan melindungi aset dari ancaman sanksi internasional pada Senin (20/4/2026). Langkah strategis ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Berdasarkan data World Gold Council yang dilansir dari GoldSilver.com, total cadangan emas gabungan BRICS+ saat ini telah melampaui angka 6.000 ton. Dominasi pembelian dipimpin oleh Rusia dengan 2.336 ton, diikuti Tiongkok sebanyak 2.298 ton, dan India yang memegang 880 ton.

Ekspansi keanggotaan BRICS pada 2024 dan 2025, termasuk masuknya Indonesia dan Uni Emirat Arab, memperkuat bobot ekonomi blok ini hingga mewakili 40 persen PDB global. Keputusan kolektif dalam manajemen cadangan devisa ini dinilai mampu menggerakkan struktur pasar keuangan dunia secara signifikan.

Daftar Cadangan Emas Negara Anggota BRICS+NegaraJumlah Cadangan (Ton)
Rusia2.336
Tiongkok2.298
India880
Brasil145,1

Menteri Keuangan Rusia memberikan penegasan mengenai kerentanan aset yang disimpan di lembaga asing setelah pembekuan dana sebesar US$300 miliar oleh pihak Barat pada tahun 2022.

"Unit" kata peneliti di Lembaga Penelitian Internasional untuk Sistem Lanjutan (IRIAS).

Peneliti tersebut menjelaskan bahwa inisiatif instrumen perdagangan digital ini dijangkarkan 40 persen pada emas dan 60 persen pada mata uang BRICS. Meskipun baru tahap percontohan, skema ini menandakan arah pembentukan fondasi sistem keuangan paralel di luar dominasi mata uang Barat.

Survei Cadangan Emas Bank Sentral 2025 menunjukkan bahwa mayoritas pengelola keuangan dunia memprediksi penurunan pangsa dolar AS. Tren ini diperkuat dengan lonjakan harga emas yang mendekati US$4.850 per troy ons pada April 2026, meningkat lebih dari 40 persen dalam setahun terakhir.