New Delhi (ANTARA) - Sebagian besar wilayah India terus dilanda kondisi gelombang panas ekstrem selama beberapa hari terakhir dengan suhu mencapai 46 derajat Celsius.
Bahkan, sekolah dasar di beberapa daerah ditutup dan waktu kegiatan belajar-mengajar di beberapa tempat lain diubah, sebagai upaya melindungi anak-anak dari kondisi kesehatan seperti sengatan panas (heatstroke).
Menurut Departemen Meteorologi India (India Meteorological Department/IMD), Distrik Jaisalmer dan Barmer di Negara Bagian Rajasthan, India barat, menjadi wilayah terpanas pada Senin (27/4) dengan suhu mencapai 46,4 derajat Celsius.
Distrik Jharsuguda di Negara Bagian Odisha, India timur mencatatkan suhu tertinggi 44,8 derajat Celsius atau 4,2 derajat Celsius di atas normal. Sebagai perbandingan, Distrik Sonepur di negara bagian yang sama mencatat suhu 43,7 derajat Celsius.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Menurut IMD, pada Minggu (26/4), beberapa daerah di Negara Bagian Maharashtra, India barat daya, khususnya Akola, Wardha, dan Amravati mencatatkan suhu tertinggi hingga 46,9 derajat Celsius.
Mengingat kondisi gelombang panas yang ekstrem tersebut, IMD telah berulang kali mengeluarkan imbauan kesehatan yang meminta masyarakat luas untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak penting antara pukul 12.00 hingga 16.00 waktu setempat.
Sebagai salah satu langkah pencegahan, bangsal baru untuk merawat kasus sengatan panas telah dibuka di Rumah Sakit Ram Manohar Lohia di pusat kota Delhi.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·