Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti secara serius praktik gelap dalam perdagangan ekspor-impor yang disebut sebagai manipulasi faktur (trade misinvoicing). Gibran menegaskan bahwa praktik ini berpotensi menyebabkan modal dan kekayaan bangsa lari ke luar negeri tanpa terdeteksi, seperti dilansir dari Detik Finance, Minggu (12/4/2026).
Gibran mengungkapkan bahwa kecurangan ini kerap tersembunyi di balik angka-angka perdagangan global. Modusnya adalah melaporkan harga transaksi yang tidak sesuai dengan nilai sebenarnya, sehingga membuka celah bagi peredaran dana gelap.
"Di balik arus besar perdagangan global ada gelombang lain yang tidak selalu terlihat di permukaan. Namun bisa menggerus keadilan dan kejujuran ekonomi serta menyebabkan larinya modal dan kekayaan bangsa ke luar negeri. Itu adalah praktik trade misinvoicing, sebuah praktik yang selama ini tersembunyi di balik angka-angka ekspor impor," ujar Gibran dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Wakil Presiden.
Praktik manipulasi faktur ini memiliki berbagai bentuk. Salah satunya adalah under invoicing, yaitu melaporkan harga barang lebih rendah dari harga sebenarnya. Bentuk lainnya adalah over invoicing, di mana harga barang dilaporkan jauh di atas harga aslinya.
Menurut Gibran, kecurangan ini tampak teknis namun dampaknya sangat nyata terhadap perekonomian negara. Data yang dipaparkannya menunjukkan skala kerugian yang signifikan akibat praktik tersebut.
Sejak tahun 2014 hingga 2023, perkiraan nilai under invoicing ekspor mencapai US$ 401 miliar, atau rata-rata US$ 40 miliar per tahun. Sementara itu, nilai over invoicing ekspor tercatat sebesar US$ 252 miliar, dengan rata-rata US$ 25 miliar per tahun.
"Inilah kecurangan yang seolah teknis tapi mengakibatkan dampak yang sangat nyata," tegas Gibran.
Sektor perdagangan yang paling banyak terlibat dalam praktik ini, menurut Gibran, adalah limbah, logam berlapis, logam mulia, dan juga smartphone. Penemuan ini menunjukkan bahwa praktik gelap tersebut terjadi di berbagai komoditas strategis.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·