Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan bahwa orang-orang terbaik harus mempunyai kesempatan untuk bisa menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) meski bukan merupakan kader dari partai politik (parpol).
Dia mengatakan hal itu untuk merespons usulan KPK yang mendorong agar capres, cawapres, hingga calon kepala daerah, harus berasal dari kaderisasi partai politik.
"Orang-orang terbaik harus diberi ruang untuk bisa menjadi calon presiden dan calon wakil presiden," kata Sarmuji di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, KPK perlu memahami bahwa orang-orang yang akan direkrut itu merupakan calon pemimpin bangsa.
Dia pun tak menampik calon pemimpin bangsa yang berasal dari partai politik adalah hal yang baik. Namun seluruh pihak juga harus terbuka kepada calon-calon lainnya yang berasal dari luar partai.
"Itulah fungsi dari partai politik dalam rekrutmen politik," kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.
Sebelumnya, KPK merekomendasikan perlunya revisi Pasal 29 UU Parpol, misalnya Pasal 29 ayat (1) huruf a perlu ditambahkan bahwa anggota partai politik terdiri atas anggota muda, madya dan utama.
Lalu diatur persyaratan kader yang menjadi bakal calon anggota DPR atau DPRD, misalnya calon anggota DPR merupakan kader utama partai politik, sementara calon anggota DPRD Provinsi merupakan kader madya.
Selain itu, persyaratan untuk calon presiden dan wakil presiden, atau calon kepala dan wakil kepala daerah selain demokratis dan terbuka, perlu diatur klausul berasal dari sistem kaderisasi partai.
KPK juga mengusulkan untuk Pasal 29 UU Parpol diubah untuk mengatur persyaratan batas waktu minimal bergabung dalam partai politik sebelum akhirnya dicalonkan dalam pemilihan umum.
Baca juga: KPK libatkan parpol sebelum usulkan batas masa jabatan ketum parpol
Baca juga: PAN nilai aturan masa jabatan ketum sebaiknya diserahkan ke parpol
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·