Jakarta (ANTARA) - Penyedia layanan dompet digital GoPay bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku memperkuat literasi keuangan dan keamanan transaksi digital bagi guru serta pelajar agar terhindar dari berbagai modus penipuan keuangan.
Melalui gelar wicara (talkshow) Cerdas Bertransaksi Digital di Pattimura Park Kota Ambon, Maluku, sebanyak 150 guru dan siswa mendapatkan edukasi berbagai modus penipuan digital, seperti tautan palsu (phishing), penipuan melalui fake customer service, bukti transfer palsu, hingga modus refund atau salah transfer.
“Keamanan transaksi pengguna adalah prioritas kami. Karena itu, kami tidak hanya memperkuat teknologi keamanan, tetapi juga terus mengedukasi publik sebagai bagian penting dari perlindungan konsumen GoPay,” kata Kepala Divisi Kepatuhan GoPay Yogi Harsudiono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Dengan mengusung tema berhati-hati dalam bertransaksi yang sejalan dengan kampanye kolektif perlindungan konsumen, Yogi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Adapun para peserta juga dibekali langkah praktis aman bertransaksi, yaitu tidak membagikan PIN dan OTP kepada siapa pun, menjaga data pribadi, menggunakan aplikasi resmi, serta menghindari tautan mencurigakan.
Selain itu, peserta juga diajak memahami langkah yang perlu dilakukan apabila mengalami indikasi penipuan, seperti tidak panik, menyimpan bukti transaksi, segera menghubungi layanan resmi.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Dicky Afrianto menekankan pentingnya peningkatan literasi keamanan bertransaksi di sekolah untuk membangun budaya transaksi digital yang aman sejak dini.
“Di tengah pesatnya sistem pembayaran digital, penguatan literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda,” katanya.
Baca juga: Sinyal “habis gelap terbitlah terang” bagi UMKM Indonesia
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Dicky berharap guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya transaksi yang aman di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi GoPay sebagai pelaku industri sistem pembayaran atas peran aktif dalam kampanye edukasi perlindungan konsumen yang mengusung tema, ‘Kalau Ragu, Stop Dulu’,” kata Dicky.
Baca juga: BSI perkuat digitalisasi untuk tingkatkan pengalaman nasabah
Baca juga: Hidayat Nur Wahid dorong penguatan literasi keuangan haji
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·