Manokwari (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong penguatan sinergi antarpemangku kepentingan guna mempercepat upaya pemerataan akses serta mutu pendidikan bagi generasi muda di tujuh kabupaten.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama mewujudkan layanan pendidikan yang merata hingga ke seluruh wilayah di Papua Barat,” kata Dominggus pada acara Gebyar Hardiknas 2026 di Manokwari, Rabu.
Dia mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar untuk masa depan generasi penerus bangsa, sehingga setiap anak di Papua Barat harus memiliki akses yang sama terhadap pendidikan bermutu, baik di wilayah pesisir maupun pegunungan.
Gubernur juga mengapresiasi kegiatan Gebyar Hardiknas yang merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Papua Barat, Dinas Pendidikan Manokwari, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Papua Barat.
Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan sektor pendidikan yang berkualitas.
“Perbaikan mutu dan kualitas layanan pendidikan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah tanpa ada dukungan dari kementerian/lembaga dan seluruh pihak,” ujarnya.
Dominggus menilai Gebyar Hardiknas yang diikuti oleh 2.900 peserta dari 70 satuan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK di Manokwari untuk memamerkan hasil karya pembelajaran merupakan bukti nyata kreativitas.
Pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah program strategis antara lain, pembangunan dan perbaikan sarana prasaran sekolah, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif.
“Kami akan terus berupaya memperkuat kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan, serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkarakter,” katanya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·