Harga Bitcoin Tembus 81.075 Dolar AS Saat Pasar Kripto Menguat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pasar aset kripto global menunjukkan tren positif dengan mayoritas koin utama berada di zona hijau pada Jumat (15/5/2026) pagi. Bitcoin (BTC) berhasil kembali melampaui level 80.000 dolar AS di tengah stabilitas sentimen pasar yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global.

Data dari CoinMarketCap pukul 06.45 WIB menunjukkan Bitcoin diperdagangkan pada level USD 81.075 atau sekitar Rp 1,42 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.579 per dolar AS. Dalam 24 jam terakhir, BTC mencatatkan kenaikan sebesar 2,26 persen dan tumbuh 1,34 persen dalam sepekan terakhir.

Penguatan ini berdampak pada total kapitalisasi pasar kripto global yang mencapai USD 2,70 triliun atau setara Rp 47.463 triliun. Secara keseluruhan, nilai pasar aset digital tersebut mengalami peningkatan sekitar 2,21 persen dalam satu hari terakhir.

Statistik Harga Kripto Utama 15 Mei 2026Aset KriptoHarga (Rupiah)Kenaikan (24 Jam)
Bitcoin (BTC)Rp 1,42 Miliar2,26%
Ethereum (ETH)Rp 40,1 Juta1,67%
Binance Coin (BNB)Rp 11,9 Juta1,36%
Solana (SOL)Rp 1,61 Juta1,61%
Cardano (ADA)Rp 4.7552,70%
XRPRp 26.1014,66%
Dogecoin (DOGE)Rp 2.0242,50%

Meskipun mayoritas koin menguat, aset seperti Hyperliquid (HYPE) dan Flare (FLR) justru tampil menonjol dengan kenaikan dua digit. Hyperliquid diperdagangkan di atas USD 45,00 dengan kenaikan hampir 14 persen, sementara Flare naik sekitar 3 persen sebagai kelanjutan pembalikan pola double bottom.

Namun, di balik penguatan harga harian, industri kripto masih menghadapi tantangan struktural yang menyebabkan sejumlah perusahaan menunda aksi korporasi. Consensys, perusahaan di balik MetaMask, resmi menunda rencana penawaran saham perdana (IPO) hingga tahun 2026 akibat kondisi pasar yang dianggap masih bergejolak.

Penundaan IPO ini dipicu oleh anjloknya pasar pada Februari 2026 akibat ketidakpastian ekonomi global, ketegangan perang Iran, serta arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin. Consensys sebelumnya telah menggandeng JPMorgan dan Goldman Sachs untuk memimpin proses pendaftaran rahasia ke Securities and Exchange Commission (SEC).

Langkah serupa juga diambil oleh bursa kripto Kraken yang menangguhkan rencana IPO senilai miliaran dolar AS pada awal tahun ini. Selain itu, produsen dompet perangkat keras asal Prancis, Ledger, turut menunda rencana pencatatan saham senilai USD 4 miliar dengan alasan pelemahan kondisi pasar.

Secara teknikal, Bitcoin saat ini masih tertahan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 200-hari pada level USD 82.769 yang menjadi hambatan struktural utama. Indeks Crypto Fear and Greed berada di angka 50, menunjukkan bahwa para pelaku pasar saat ini masih berada dalam posisi netral di tengah fluktuasi harga.