Harga Bitcoin Tembus 81.075 Dolar AS di Tengah Inflasi Energi Amerika

Sedang Trending 28 menit yang lalu

Pasar aset kripto global mencatatkan tren positif dengan kenaikan harga Bitcoin hingga melampaui level 81.075 dolar AS atau setara Rp1,42 miliar pada Jumat (15/5/2026) pagi. Penguatan ini terjadi di tengah dinamika geopolitik global dan stabilitas sentimen pasar meskipun ekonomi Amerika Serikat sedang menghadapi tekanan inflasi energi yang signifikan.

Data dari CoinMarketCap pukul 06.45 WIB menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global kini mencapai 2,70 triliun dolar AS, setelah mengalami peningkatan sebesar 2,21 persen dalam satu hari terakhir. Bitcoin sendiri mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,26 persen dalam 24 jam terakhir dan 1,34 persen dalam sepekan, dengan asumsi kurs Rp17.579 per dolar AS.

Kondisi pasar yang membaik ini kontras dengan situasi makroekonomi di Amerika Serikat, di mana inflasi energi tahunan melonjak 17,9 persen dan menekan Rupiah hingga menembus Rp17.500 per dolar AS pada Rabu (13/5/2026). Dilansir dari Investasi, rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) menunjukkan biaya hidup meningkat drastis sementara upah riil pekerja justru turun 0,5 persen.

Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, mengamati adanya reaksi negatif di pasar saham konvensional akibat data tersebut, termasuk anjloknya indeks Nasdaq hampir 2 persen. Sektor pertambangan kripto seperti MARA, CleanSpark, dan Riot juga sempat melemah antara 3,2 hingga 5,8 persen.

"Bitcoin sempat swing higher sesaat setelah data CPI dirilis, bergerak searah dengan yield Treasury, bukan searah dengan Nasdaq. Ini menyoroti perilaku harga yang semakin relevan sebagai instrumen diversifikasi," jelas Fahmi Almuttaqin, Analis Reku.

Menurut Fahmi, fenomena ini mengindikasikan adanya perpindahan kapital dari altcoin menuju Bitcoin yang dianggap sebagai aset pelindung nilai internal di pasar kripto. Hingga Kamis (14/5/2026) sore, harga Bitcoin terpantau mampu bertahan di level 79.787,3 dolar AS sebelum akhirnya melonjak melampaui level 81.000 dolar AS keesokan harinya.

Daftar Harga Aset Kripto Utama (15 Mei 2026)Aset KriptoHarga (Rupiah)Kenaikan (24 Jam)
Bitcoin (BTC)Rp 1,42 Miliar2,26%
Ethereum (ETH)Rp 40,1 Juta1,67%
Binance Coin (BNB)Rp 11,9 Juta1,36%
Solana (SOL)Rp 1,61 Juta1,61%
Cardano (ADA)Rp 4.7552,70%
XRPRp 26.1014,66%
Dogecoin (DOGE)Rp 2.0242,50%

Meskipun harga sedang menguat, tantangan struktural memaksa beberapa perusahaan besar seperti Consensys menunda rencana penawaran saham perdana (IPO) hingga tahun 2026. Perusahaan pengembang MetaMask tersebut sebelumnya telah menggandeng JPMorgan dan Goldman Sachs untuk proses pendaftaran ke SEC sebelum gejolak pasar terjadi pada awal tahun.

Langkah penundaan serupa juga diambil oleh bursa Kraken dan produsen dompet Ledger karena pelemahan kondisi pasar global. Saat ini, pergerakan Bitcoin secara teknikal masih tertahan di bawah hambatan struktural Exponential Moving Average (EMA) 200-hari pada level 82.769 dolar AS dengan posisi indeks sentimen pasar yang berada di angka netral.