Harga Emas Antam Pegadaian 8 Mei 2026 Naik ke Rp 2.954.000

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Nilai jual logam mulia Antam yang tersedia di outlet Pegadaian menunjukkan tren penguatan pada sesi perdagangan Jumat (8/5/2026). Dilansir dari Money, harga komoditas ini mengalami kenaikan dibandingkan posisi pada hari sebelumnya.

Data terkini dari laman Galeri 24 Pegadaian menunjukkan harga emas Antam dipatok sebesar Rp 2.954.000 per gram. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar Rp 18.000. Sementara itu, nilai buyback atau harga jual kembali ditetapkan pada level Rp 2.654.000.

Bagi konsumen yang mengincar ukuran lebih kecil, pecahan 0,5 gram dibanderol seharga Rp 1.529.000 dengan nilai buyback Rp 1.327.000. Untuk ukuran 2 gram, harga jual berada di posisi Rp 5.845.000 dengan buyback Rp 5.308.000.

Pada kategori berat menengah, pecahan 5 gram dijual seharga Rp 14.534.000 dengan nilai buyback Rp 13.272.000. Sedangkan untuk ukuran 10 gram, harga yang dipatok adalah Rp 29.011.000 dengan harga beli kembali sebesar Rp 26.544.000.

Daftar Harga Jual dan Buyback Emas Antam di Pegadaian 8 Mei 2026Ukuran EmasHarga Jual (Rp)Harga Buyback (Rp)
1.529.0001.327.0002.954.000
2.654.0005.845.0005.308.000
8.742.0007.963.00014.534.000
13.272.00029.011.00026.544.000
72.397.00066.035.000144.711.000
132.071.000289.341.000264.143.000

Kondisi Pasar Emas Global

Kenaikan harga di tingkat lokal sejalan dengan kondisi pasar global yang terpantau menguat pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat. Optimisme terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi motor penggerak utama.

Sentimen positif ini muncul seiring meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi serta tekanan dari kebijakan suku bunga tinggi. Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen menuju level 4.700,98 dollar AS per ons.

Peningkatan juga terjadi pada harga emas berjangka Amerika Serikat yang naik 0,4 persen ke angka 4.710,90 dollar AS per ons. Pelaku pasar terus mencermati dinamika konflik di Timur Tengah dan kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, menyatakan bahwa perhatian pasar masih tertuju pada stabilitas geopolitik. Jika aktivitas bisnis normal dan Selat Hormuz tetap terbuka, ia memprediksi harga emas bisa menyentuh 5.000 dollar AS per ons.

"Jika gencatan senjata bertahan dan perang ini bisa kita tinggalkan, serta aktivitas bisnis kembali normal dengan Selat Hormuz tetap terbuka, saya melihat harga emas bisa terdorong menuju 5.000 dollar AS per ons."

Lembaga keuangan TD Securities juga memberikan pandangan optimistis. Mereka menilai ada peluang bagi harga emas untuk menembus level 5.200 dollar AS per ons seiring meredanya tekanan inflasi akibat fluktuasi harga minyak.

"Ada peluang harga emas menembus di atas 5.200 dollar AS per ons ketika konflik dan tekanan inflasi akibat minyak mereda."

Pertumbuhan tren bullish emas diprediksi semakin kuat apabila Federal Reserve mulai mengalihkan fokus pada dukungan lapangan kerja. Kondisi ini biasanya diikuti dengan penurunan imbal hasil obligasi dan pelemahan dollar AS yang meningkatkan minat investor.