Harga emas di pasar spot mengalami kenaikan tipis sebesar 0,07 persen ke posisi US$4.843,1 per troy ounce pada Rabu (15/4/2026) pukul 09.20 WIB. Penguatan harga logam mulia ini terjadi di tengah penilaian ulang pelaku pasar terhadap ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Selat Hormuz.
Kenaikan tipis sebesar 3,2 poin tersebut melanjutkan tren positif dari sesi perdagangan sebelumnya yang sempat mendekati level tertinggi harian di US$4.870. Dilansir dari Market, pencapaian tersebut merupakan level penutupan tertinggi bagi komoditas emas dalam kurun waktu hampir 30 hari terakhir.
Analis Technical Market Kitco Metals, Gary Wagner, menjelaskan bahwa pergerakan harga emas saat ini cenderung stabil dan didorong oleh keyakinan pasar yang kuat. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan adanya partisipasi aktif dari investor institusional dan bukan sekadar fluktuasi jangka pendek.
"Pola ini mengindikasikan partisipasi investor institusional serta pergeseran sentimen pasar yang lebih fundamental, melampaui sekadar aksi short covering," ujar Gary Wagner, Technical Market Analyst Kitco Metals.
Faktor utama pemicu reli harga ini adalah kebijakan pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump yang lebih memilih tekanan ekonomi melalui blokade Angkatan Laut di Selat Hormuz. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menekan basis finansial Teheran tanpa harus melakukan serangan militer langsung.
Data ekonomi menunjukkan bahwa sekitar 85 persen pendapatan pemerintah Iran bersumber dari ekspor minyak mentah. Saat ini, hampir 90 persen produksi minyak Iran atau sekitar 2,6 juta barel per hari harus melewati jalur Selat Hormuz yang berada dalam kendali armada laut Amerika Serikat.
Pasar merespons strategi blokade tersebut sebagai bentuk deeskalasi konflik militer terbuka, meski ketegangan di kawasan Timur Tengah tetap berada pada level tinggi. Tekanan finansial diprediksi akan memaksa Iran kembali ke meja perundingan karena keterbatasan devisa untuk membiayai operasional militer jangka panjang.
Secara teknikal, pergerakan harga emas diprediksi masih memiliki ruang untuk menguat lebih lanjut jika berhasil mempertahankan momentum di atas US$4.870. Level psikologis berikutnya yang menjadi target pasar adalah US$4.900, dengan potensi menuju US$5.000 jika arus beli terus berlanjut.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·