Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik AS dan Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan pada Senin (20/4/2026) akibat eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Selat Hormuz. Militer kedua negara dilaporkan terlibat dalam aksi penyerangan yang menyasar kapal-kapal komersial di jalur distribusi energi tersebut.

Kenaikan harga ini tercatat pada jenis minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei yang melonjak 5,6% ke angka US$ 88,54 per barel pada pukul 06.09 waktu setempat. Dilansir dari Detik Finance, minyak acuan global jenis Brent untuk pengiriman Juni juga menguat 4,3% menjadi US$ 94,18 per barel.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Angkatan Laut AS telah melakukan penembakan terhadap kapal kontainer milik Iran di Teluk Oman pada Minggu. Langkah militer tersebut dilanjutkan dengan pengambilalihan kapal oleh pasukan Marinir karena dianggap mencoba menembus blokade laut AS.

Insiden ini merupakan kelanjutan dari peristiwa pada Sabtu, di mana kapal cepat Garda Revolusi Iran dilaporkan menembaki sebuah tanker di Selat Hormuz. Selain itu, terdapat laporan mengenai kapal kontainer lain yang terkena proyektil saat melintasi kawasan tersebut.

Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING, memberikan pandangannya mengenai situasi pasar energi yang kembali memanas akibat konflik geopolitik tersebut.

"Harga minyak kembali bergegolak akibat perkembangan di Timur Tengah, di mana situasi yang sempat terlihat mereda dengan cepat kembali memanas," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING.

Kondisi pasar saat ini sangat kontras dengan situasi akhir pekan lalu ketika kedua belah pihak sempat menunjukkan tanda-tanda pendekatan damai. Harga minyak bahkan sempat mengalami penurunan pada Jumat setelah muncul pernyataan dari pihak Iran mengenai pembukaan jalur komersial.

Donald Trump menegaskan ancaman untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran, mulai dari pembangkit listrik hingga jembatan, apabila kesepakatan tidak segera dicapai. Ia menilai tindakan Iran terhadap kapal-kapal akhir pekan lalu sebagai sebuah bentuk pelanggaran nyata.

"Harga minyak kembali bergejolak akibat perkembangan di Timur Tengah, di mana situasi yang sempat terlihat mereda dengan cepat kembali memanas," ujar Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING.

Ketegangan diplomatik semakin meruncing setelah Trump menolak untuk mencabut blokade laut, yang kemudian dibalas Iran dengan ancaman penutupan permanen Selat Hormuz. Rencana putaran kedua perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada Senin ini pun terancam batal karena pihak Iran menyatakan tidak akan hadir selama blokade militer masih berlangsung.