Pemerintah Negosiasi dengan Iran Terkait Dua Kapal Tanker Pertamina

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan jalur diplomasi dengan otoritas Iran guna membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS). Upaya ini dilakukan agar kapal tersebut dapat melintasi Selat Hormuz.

Dikutip dari Money, dua armada yang saat ini masih tertahan di kawasan Laut Arab tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya terjebak akibat situasi geopolitik yang memanas di wilayah tersebut.

Muatan kedua kapal tersebut memiliki peruntukan yang berbeda. VLCC Pertamina Pride membawa pasokan minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan energi nasional, sementara Kapal Gamsunoro mengangkut kargo milik pihak ketiga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa proses komunikasi terus berjalan melalui kolaborasi antara kementeriannya dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran, kolaborasi ESDM dengan Kemenlu juga kita lakukan terus. Doain ya," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Meski demikian, Bahlil memilih untuk tidak membeberkan rincian hasil negosiasi yang sedang berlangsung. Ia menekankan bahwa terdapat aspek-aspek strategis yang bersifat tertutup bagi publik.

"Karena tidak semuanya harus kita sampaikan kepada publik. Ini bicara geopolitik dalam kondisi kayak begini. Boleh kita terbuka tapi jangan terlalu banyak terbukalah," ucap dia.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Kondisi ini menyusul kebijakan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026). Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menjelaskan posisi terkini armada perusahaan.

"Kedua kapal PIS saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz," ujar Vega dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).

Pihak PIS memastikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai otoritas berwenang untuk menyusun rencana pelayaran yang aman bagi kapal dan kru.

"Prioritas utama adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman," ucapnya.