Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Usai Donald Trump Sebut Negosiasi Iran Memasuki Tahap Akhir

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Harga minyak mentah dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Kamis (21/5) pagi waktu setempat setelah sempat anjlok pada sesi sebelumnya, akibat dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai perkembangan positif negosiasi antara negaranya dengan Iran.

Kenaikan tipis ini terjadi setelah komoditas energi tersebut merosot lebih dari 5 persen, di mana minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di dekat level US$99 per barel dan jenis Brent ditutup di kisaran US$105, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Komentar Trump kepada para jurnalis membangkitkan harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran, yang dinilai bakal membuka kembali arus logistik energi di Selat Hormuz dalam waktu dekat.

Meskipun mulai melandai, harga minyak saat ini sebenarnya masih tercatat 40 persen lebih tinggi dibandingkan saat perang pertama kali pecah pada akhir Februari lalu karena pasar mengantisipasi skenario deeskalasi mendadak.

Terlepas dari potensi tekanan terhadap harga jika kesepakatan damai tercapai, kondisi pasar fisik minyak mentah dilaporkan masih berada dalam situasi yang belum stabil akibat gangguan rantai pasok.

"pasar fisik masih berada dalam kekacauan," kata Joe DeLaura, ahli strategi energi global Rabobank.

Ia menambahkan bahwa diperlukan waktu hingga puluhan hari untuk mengirimkan minyak dari kawasan Teluk Persia ke negara tujuan, sehingga persediaan global diproyeksikan akan terus tergerus selama periode pengiriman tersebut.

"Butuh hingga 55 hari untuk mengirim minyak dari Teluk Persia ke tujuan akhirnya, yang berarti persediaan tetap akan terus tergerus selama periode tersebut." ujar Joe DeLaura, ahli strategi energi global Rabobank.

Di sisi lain, Chief Executive Officer Abu Dhabi National Oil Co, Sultan Al Jaber, ikut memberikan pandangan mengenai dampak jangka panjang dari konflik di Timur Tengah terhadap pemulihan pasokan global.

Sekalipun konflik Iran berakhir segera, arus pasokan minyak Timur Tengah menurutnya tidak akan sepenuhnya pulih hingga jauh memasuki tahun 2027 akibat penutupan Selat Hormuz yang menjadi gangguan pasokan paling parah.

Sementara itu, penurunan persediaan minyak mentah AS sekitar 7,9 juta barel pekan lalu turut memengaruhi pasar, bersamaan dengan aktivitas ekspor minyak AS yang berada sedikit di bawah level rekor tertinggi karena tingginya permintaan luar negeri.

Indikasi awal peningkatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai mengurangi premi risiko, di mana tiga kapal tanker super besar terlihat mencoba melintasi jalur tersebut setelah beberapa hari sebelumnya sepi.

Terkait perkembangan kesepakatan, Trump menegaskan bahwa proses tersebut masih bergantung pada respons Teheran terhadap syarat perdamaian yang diajukan oleh Washington.

"kita lihat saja nanti" kata Trump.

Pemimpin AS tersebut juga memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi yang harus dihadapi oleh Iran apabila kesepakatan perdamaian tersebut gagal dicapai dalam waktu dekat.

"kami akan melakukan beberapa hal yang agak tidak menyenangkan, tetapi semoga itu tidak terjadi." ujar Trump.

Saat ini, Iran dilaporkan tengah meninjau rancangan terbaru proposal AS sebagai respons atas proposal 14 poin dari Teheran dan belum memberikan jawaban resmi menurut laporan kantor berita Tasnim.

Pada perdagangan Kamis pukul 06.36 waktu Singapura, WTI untuk pengiriman Juli naik 0,8 persen menjadi US$99,07 per barel, sedangkan Brent untuk pengiriman Juli turun 5,6 persen dan ditutup di level US$105,02 per barel pada perdagangan Rabu.