Heboh Hantavirus, Kenapa Kapal Pesiar Kerap Jadi Tempat Penyebaran Wabah?

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

Kasus kematian tragis di atas kapal pesiar MV Hondius baru-baru ini akibat wabah Hantavirus telah mengejutkan dunia internasional. Kapal yang terombang-ambing di lepas pantai Tanjung Verde tersebut menjadi pengingat bahwa ruang 'mewah' itu bisa berubah drastis menjadi zona karantina yang mencekam ketika infeksi mulai menyebar di ruang-ruang tertutup.

Vikram Niranjan, pakar epidemiologi sekaligus Asisten Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Limerick, mengibaratkan kapal pesiar sebagai kota sementara di atas air. Di dalamnya terdapat restoran, teater, lift, dan koridor sempit yang digunakan oleh ribuan orang secara bersamaan selama berhari-hari.

"Kapal pesiar menunjukkan betapa mudahnya penyakit menyebar ketika orang-orang berkumpul dalam satu lingkungan yang saling terhubung," jelas Niranjan dikutip dari Science Alert, Kamis (7/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekali sebuah infeksi berhasil masuk ke 'kota' ini, pergerakannya menjadi sangat sulit dihentikan karena setiap sudut kapal dirancang untuk interaksi sosial yang intens.

Menurut Niranjan, ada beberapa alasan teknis mengapa kuman, mulai dari Norovirus yang menyebabkan muntah hingga virus pernapasan seperti Covid-19 dan Virus Hanta, sangat menyukai kapal pesiar:

  • Sistem Ventilasi: Di ruang tertutup seperti kabin dan restoran, sirkulasi udara yang tidak memadai dapat memerangkap partikel virus. Jika sistem filtrasi tidak mutakhir, udara yang dihirup penumpang bisa menjadi sarana penularan virus pernapasan.
  • Budaya Prasmanan (Buffet): Norovirus sangat mencintai area makan. Penggunaan alat makan bersama dan banyaknya tangan yang menyentuh permukaan yang sama membuat kuman penyebab sakit perut menyebar dengan kecepatan kilat.
  • Sistem Air: Bakteri seperti Legionella (penyebab penyakit paru serius) sering kali bersembunyi di sistem air panas, bak mandi air panas (hot tub), atau pancuran mandi yang tidak steril sempurna.

Faktor Usia dan Keterbatasan Medis

Kapal pesiar sangat populer di kalangan lansia, kelompok yang sering kali memiliki kondisi kesehatan kronis. Infeksi yang bagi orang muda mungkin hanya terasa seperti flu biasa, bagi lansia bisa berubah menjadi pneumonia atau dehidrasi berat.

Selain itu, fasilitas medis di kapal pesiar memiliki keterbatasan. Meskipun mampu memberikan pertolongan pertama, klinik kapal tidak dirancang untuk menangani wabah skala besar yang bergerak cepat. Keselamatan penumpang sangat bergantung pada pelaporan gejala yang cepat dan isolasi yang ketat.

Tragedi MV Hondius yang melibatkan virus hanta memang mengingatkan banyak orang pada drama karantina Diamond Princess saat awal pandemi Covid-19 tahun 2020. Namun, Niranjan menegaskan bahwa karakteristik kuman-kuman ini berbeda dalam pola infeksi dan penyebaran.

Infeksi COVID-19 dan flu mengeksploitasi udara tertutup dan kerumunan. Norovirus menyasar prasmanan dan permukaan benda.

Virus Hanta (meski jarang) menemukan celah di ruang sempit jika ada akses hewan pengerat.

"Struktur dasar perjalanan kapal pesiar menciptakan tantangan yang sama: Banyak orang berbagi makanan yang sama, udara yang sama, sistem air yang sama, dan ruang publik yang sama," ungkap Niranjan.

Simak Video "Video Kronologi Lengkap Penemuan Kasus Hantavirus di Kapal MV Hondius"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)