Shanghai (ANTARA) - Perusahaan telekomunikasi China, Huawei memperkenalkan pendekatan desain cip-nya dalam konferensi industri besar di Shanghai, yang disebut sebagai Hukum Skala Tau, atau prinsip panduan baru bagi masa depan semikonduktor.
Pengumuman ini menandai potensi jalur baru untuk evolusi berkelanjutan ketika peta jalan tradisional Hukum Moore, yakni keyakinan industri yang telah lama dipegang bahwa kepadatan transistor akan berlipat ganda setiap 18 hingga 24 bulan, telah melambat akibat keterbatasan fisik dan ekonomi.
Dalam pidato utama pada Simposium Internasional IEEE 2026 tentang Sirkuit dan Sistem yang sedang berlangsung, Presiden Departemen Bisnis Semikonduktor Huawei He Tingbo menjelaskan bahwa melalui pendekatan baru ini, industri dapat fokus pada pengurangan waktu, daripada terus-menerus memperkecil ukuran fisik transistor, sebuah metode yang dikenal sebagai penskalaan geometris.
"Dinamakan berdasarkan huruf Yunani tau (τ), yang mewakili konstanta waktu dalam fisika, pendekatan ini bertujuan untuk secara sistematis mengurangi penundaan sinyal di seluruh sistem elektronik," katanya.
Ide utamanya adalah waktu penyelesaian tugas, dan bukan ukuran transistor individual, yang seharusnya menjadi target optimasi untuk sistem elektronik. Cip dapat menjadi lebih cepat, lebih hemat energi, dan lebih terintegrasi secara padat tanpa hanya bergantung pada pengecilan ukuran transistor individual.
Sejalan dengan hal tersebut, Huawei telah menggunakan teknik yang disebut LogicFolding, yang mengatur ulang tata letak sirkuit guna mempersingkat jalur fisik yang harus dilalui sinyal listrik, kata He. Hal ini mengurangi resistansi dan kapasitansi, sehingga secara efektif meningkatkan kinerja dan kepadatan transistor.
Menurut He, Huawei telah menerapkan prinsip ini di berbagai tingkatan, mulai dari perangkat individual hingga seluruh sistem komputasi. Dalam enam tahun terakhir, perusahaan tersebut telah merancang dan memproduksi secara massal 381 cip berbeda menggunakan Hukum Skala Tau, yang melayani berbagai industri.
"Rencananya pada musim gugur tahun ini, Huawei akan meluncurkan cip Kirin barunya, yang akan menjadi cip pertama yang sepenuhnya mengintegrasikan arsitektur LogicFolding untuk peningkatan kinerja secara signifikan," ungkap He.
Ke depannya, Huawei memproyeksikan pada 2031, cip mutakhir yang dirancang berdasarkan Hukum Skala Tau akan mencapai kepadatan transistor yang setara dengan proses 1,4 nanometer.
"Kami percaya keterbukaan dan kolaborasi merupakan kunci untuk mendorong kemajuan berkelanjutan di industri semikonduktor," katanya.
Dia juga mengajak para ilmuwan, insinyur, dan mitra industri global untuk bekerja sama di bawah Hukum Skala Tau guna memastikan evolusi semikonduktor dan elektronik yang berkelanjutan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·